Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Gunung Semeru Kembali Meletus, Ini Adalah Letusan Terbaru Sejak 2021

Muhammad Ghifari A
20/11/2025 11:24
Gunung Semeru Kembali Meletus, Ini Adalah Letusan Terbaru Sejak 2021
Warga melihat luncuran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025).(ANTARA/Irfan Sumanjaya)

GUNUNG Semeru menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sekali lagi dalam pekan ini. Laporan terbaru dari Pos Pengamatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya erupsi yang disertai dengan lontaran abu serta evakuasi penduduk dari beberapa desa di lereng gunung.

BNPB menginformasikan bahwa setidaknya 300 orang telah dievakuasi setelah terjadinya letusan Semeru. Aktivitas awan panas dan material runtuhan memaksa pemindahan penduduk dari daerah rawan bencana di sekitar Besuk Kobokan.

Walaupun erupsi kali ini tidak sebesar yang terjadi sebelumnya, peningkatan aktivitas Semeru mengingatkan masyarakat akan letusan besar yang terjadi pada 4 Desember 2021, yang hingga saat ini masih tercatat sebagai erupsi paling signifikan dalam sepuluh tahun terakhir. 

Letusan itu menghasilkan awan panas yang besar, mengakibatkan puluhan nyawa melayang, serta merusak secara luas permukiman dan infrastruktur.

Aktivitas Erupsi Terkini

Menurut data dari PVMBG, erupsi terbaru ditandai oleh kolom abu yang terpantau dari puncak Mahameru. Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa beberapa desa seperti Supit Urang, Penanggal, dan Oro-Oro Ombo terdampak oleh debu vulkanik.

Penduduk diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi penyebaran hujan abu dan material runtuhan dapat memicu aliran lahar jika terjadi hujan deras.

Letusan Terbesar Semeru 4 Desember 2021

Letusan yang terjadi pada 4 Desember 2021 adalah salah satu peristiwa vulkanik paling mematikan di Jawa Timur dalam dekade ini. Awan panas yang meluncur dari puncak Semeru menjangkau jarak yang cukup jauh hingga menerjang pemukiman di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.

Tragedi ini merenggut banyak nyawa, memaksa ribuan orang untuk mengungsi, dan merusak jembatan Gladak Perak yang merupakan penghubung utama antara Lumajang dan Malang.

Sejak peristiwa itu, Semeru tetap dalam status waspada dan mengalami erupsi ringan secara berkala, tetapi tidak pernah lagi menunjukkan letusan sebesar yang terjadi pada tahun 2021.

Waspada Aktivitas Lanjutan

PVMBG mengimbau masyarakat untuk:

  • Tidak beraktivitas dalam jarak 5 kilometer dari kawah yang aktif,
  • Waspada terhadap aliran lahar terutama di sepanjang Besuk Kobokan,
  • Mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dalam bidang vulkanologi dan penanggulangan bencana.

Peningkatan aktivitas terkini ini menunjukkan bahwa Gunung Semeru masih dalam fase aktif dan belum stabil sejak letusan hebat empat tahun lalu. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya