Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Balpres Modus Fiber Ikan di Perairan Sumut

Yoseph Pencawan
12/11/2025 18:11
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Balpres Modus Fiber Ikan di Perairan Sumut
Seorang personel TNI AL memeriksa barang-barang selundupan.(MI/Yoseph Pencawan)

Tim Gabungan TNI Angkatan Laut menggagalkan penyelundupan ratusan balpres dan berbagai jenis makanan serta minuman asal Malaysia di perairan Tanjungbalai, Sumut. Penindakan dilakukan setelah petugas mencurigai dua kapal kargo yang berlayar dari arah perbatasan Malaysia menuju wilayah Indonesia.

"Penindakan ini bukti kesigapan dan sinergitas unsur TNI AL dalam menegakkan hukum di laut," ujar Komandan Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Agung Dwi H.D., M.Tr.Opsla., CTMP, Sabtu (8/11).

Operasi gabungan melibatkan personel dari Pusat Intelijen Angkatan Laut (Pusintelal) Mabesal, Detasemen Intelijen Komando Armada I (Denintel Koarmada I), dan Tim Fleet Quick Response (F1QR) Lanal Tanjung Balai Asahan. Ketiga unsur itu bekerja sama dalam patroli laut untuk memutus jalur penyelundupan lintas negara yang kerap memanfaatkan perairan Sumatera Utara sebagai rute masuk barang ilegal.

Kapal yang diamankan yaitu KM Jasa Kita Bersama GT 98 dengan nakhoda Abdi Arsyid dan KM King Bee GT 200 dinakhodai Dedi. Kedua kapal diduga kuat membawa barang selundupan menuju perairan Tanjungbalai. Pemeriksaan dilakukan usai penindakan pada Jumat (7/11).

Petugas menemukan 93 balpres dan 171 dus makanan serta minuman dari KM Jasa Kita Bersama. Barang selundupan disembunyikan di dalam palka dan ditutupi fiber ikan agar tidak terdeteksi radar patroli.

Sementara dari KM King Bee, tim menemukan 73 balpres, 69 dus makanan dan minuman, serta tiga ban mobil. Penyelundupan ini dilakukan dengan cara serupa, menggunakan fiber ikan sebagai kamuflase kargo.

Hasil pemeriksaan gabungan mencatat total 156 karung balpres dan 240 dus berisi berbagai produk, di antaranya minuman saset dan cokelat merek Milo, serta tiga ban mobil. Seluruh barang tersebut dipastikan berasal dari Malaysia dan akan dipasarkan secara ilegal di wilayah Sumatera Utara melalui jalur laut nonformal.

Kedua kapal beserta seluruh anak buah kapal digiring ke Dermaga Panton Bagan Asahan. Para nakhoda kini diamankan di Markas Komando Lanal Tanjung Balai Asahan untuk pemeriksaan dan proses hukum lanjutan. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik