Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Banjir Bandang Nduga Timbulkan Banyak Korban, DPR Minta BNPB Perkuat Sistem Peringatan Dini

Akmal Fauzi
07/11/2025 19:52
Banjir Bandang Nduga Timbulkan Banyak Korban, DPR Minta BNPB Perkuat Sistem Peringatan Dini
Petugas dibantu warga melakukan pencarian korban hilang akibat banjir di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Sabtu (1/11).(Dok BNPB)

BENCANA Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Jumat (1/11), menelan sedikitnya 15 korban jiwa dan 8 orang masih hilang. Musibah tersebut memunculkan duka mendalam sekaligus keprihatinan dari berbagai pihak.

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Matindas Janusanti Rumambi, menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang terdampak bencana tersebut.

"Kami dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI sangat berduka sekali atas musibah ini, semoga korban yang dalam proses pencarian juga segera bisa ditemukan. Melihat medan bencana di daerah pegunungan, proses evakuasi memang bukan hal mudah, maka saya minta tim SAR bisa bekerja cepat dan tepat," ujar Matindas dalam keterangan yang diterima, Jumat (7/11).

Matindas mengungkapkan, musibah yang terjadi di Distrik Dal, Kabupaten Nduga pada Jumat sore itu sangatlah mengangetkan. Sebab, selama ini belum pernah terjadi bencana yang sedahsyat itu dan menimbulkan banyak korban jiwa. Untuk itu, Matindas meminta agar bencana ini menjadi momentum evaluasi pemerintah daerah maupun pusat dalam memitigasi bencana. 

"Pemerintah dalam hal ini BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) perlu memperkuat mitigasi bencana berbasis wilayah, terutama di daerah rawan dengan infrastruktur terbatas seperti Papua Pegunungan. Bencana ini menjadi peringatan penting bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pegunungan harus menjadi prioritas pembangunan," tegasnya. 

Matindas juga mendorong BNPB dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memperkuat sistem peringatan dini dan evakuasi cepat di wilayah rawan bencana. Musibah di Kabupaten Nduga menyisakan pelajaran bahwa potensi bencana hidrometeorologi di Papua Pegunungan sangat tinggi apalagi di masa cuaca ekstrem saat ini.

"Jika melihat wilayah Papua Pegunungan yang berbukit-bukit dan akses alat berat begitu sulit, maka harus sejak dini diantisipasi dengan menyiagakan alat-alat itu di lokasi strategis. Sehingga ketika terjadi bencana proses evakuasi bisa cepat," kata dia. 

Matindas juga meminta pemerintah bertindak cepat untuk menangani korban selamat banjir bandang dan longsor. Bantuan logistik, katanya, harus segera disalurkan agar warga tidak semakin menderita.

Ia menekankan pentingnya penyediaan shelter atau rumah sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, serta pelibatan masyarakat dalam proses pemulihan. Matindas juga mendorong ada pelibatan bersama masyarakat agar para korban bisa cepat pulih. (P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik