Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMPLOTAN pencuri beranggotakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang menyasarsejumlah pabrikan di Jawa Tengah berhasil dibekuk oleh petugas Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Semarang.
Pemantauan Media Indonesia Kamis (6/11) malam, empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok itu tampak hanya pasrah ketika digiring petugas Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Semarang, Jawa Tengah. Mereka berhasil ditangkap petugas kepolisian setelah membobol sejumlah pabrikan di Jawa Tengah hingga menggondol uang miliaran rupiah.
Komplotan maling WNA asal Tiongkok tersebut, tampak masih berusia muda dengan perawakan sedang khusus datang ke Indonesia untuk melakukan pencurian dengan sasaran brankas pabrik yang berda di sejumlah kota.
"Setelah dilakukan penyelidikan atas pembobolan sejumlah brankas pabrik, kita tangkap 4 orang WNA asal Tiongkok berikut barang bukti kejahatannya," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Besar Andika Dharma Sena Kamis (6/11).
Berdasarkan pemeriksaan sementara, lanjut Andika Dharma Sena, komplotan maling asal Tiongkok tersebut masuk ke Indonesia pada Kamis (23/10) menggunakan paspor resmi. Mereka kemudian datang ke Kota Semarang untuk mencari target perusahaan di sejumlah kawasan industri di Kota Semarang pada Sabtu (25/10).
Dari hasil survei lokasi, ungkap Andika, mereka menggunakan sejumlah peralatan berhasil membobol sebuah pabrik di Kawasan Industri Candi, Ngaliyan, Kota Semarang, pada Rabu (29/11) malam. "Keempat tersangka itu mempunyai peran dan keahlian masing-masing, 3 pelaku masuk pabrik dan 1 mengawasi di luar," imbuhnya.
Pada aksi ini mereka berhasil menggasak uang yang disimpan di dalam brankas. Bahkan pada Kamis (30/10) malam mereka kembali beraksi di sebuah perusahaan di Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW), Kota Semarang dan kembali berhasil menggondol uang dari dalam brankas.
Belum puas hasil yang dicapai, demikian Andika Dharma Sena, komplotan WNA asal Tiongkok ini bergeser ke Ungaran, Kabupaten Semarang dan kembali melakukan pencurian sebanyak tiga kali yakni dua kali berhasil, satu gagal, kemudian bergerak ke daerah Prambanan, Klaten dan berhasil menggondol uang hampir Rp1 miliar pada Minggu (2/11).
Setelah beraksi di tiga daerah di Jawa Tengah, ujar Andika Dharma Sena, komplotan ini menuju ke Jakarta, namun langkahnya terhenti karena petugas Resmob Polrestabes Semarang yang telah mengendus para pelaku berhasil mencegat di Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal pada Senin (3/11). "Mereka kita grebek di sebuah penginapan," tambahnya.
Selain 4 tersangka komplotan maling asal Tiongkok ini dibekuk, ungkap Andika Dharma Sena, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua buah linggis, tali tambang, sejumlah obeng berbagai ukuran dan tang sebanyak tiga buah serta menemukan sejumlah bungkusan uang.
"Kami masih melakukan penyidikan dan pendalaman, penyidik terpaksa menyewa translator untuk memeriksa mereka, karena mereka tidak dapat berbahasa Indonesia maupun Inggris," ujar Andika Dharma Sena. (E-2)
Warga rupanya sudah geram dengan aksi pelaku, karena banyak alat Laban milik petani tambak yang hilang dicuri.
Kejahatan terhadap aset negara seperti ini sangat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
Akibat baterai BTS yang hilang, sinyal di wilayah itu pun mati dan warga sekitar sulit mengakses internet.
Pelaku yang sempat dikeroyok massa itu dibawa ke Polsek Duren Sawit berikut barang bukti sebuah sepeda motor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat meminimalkan aksi begal yang kerap meresahkan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved