Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengusahaan (BP) Batam kembali menunjukkan peran aktifnya dalam memperkenalkan Batam sebagai destinasi investasi unggulan Indonesia.
Pada ajang The 9th Selangor International Business Summit (SIBS) 2025 yang berlangsung pada 8-11 Oktober 2025 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, BP Batam membawa proyek-proyek strategis yang menjadi fokus utama dalam pengembangan Batam sebagai pusat industri, logistik, dan ekonomi digital.
Sebagai sebuah kawasan yang terus berkembang pesat, Batam memiliki banyak potensi yang dapat menarik perhatian investor global. Pada ajang itu, BP Batam menampilkan berbagai sektor utama yang sedang berkembang, termasuk pelabuhan transshipment, industri maritim berteknologi tinggi, industri elektronika dan rantai pasok lokal, pusat data dan ekonomi digital, serta ekonomi kreatif digital.
Melalui paviliun promosi Batam, BP Batam memberikan gambaran jelas tentang peluang investasi yang dapat dimanfaatkan oleh investor dari berbagai negara.
Dalam sesi Selangor ASEAN Business Conference yang merupakan bagian penting dari SIBS 2025 hadir Ariastuty Sirait, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, mewakili Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Ariastuty menjadi panelis dalam diskusi yang bertema Connecting the Dots for ASEAN’s Logistics and Supply Chain Connectivity.
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan visi pengembangan Batam yang telah dirancang dengan konsep Five Engines of Growth, yang mencakup beberapa sektor utama: pengembangan pelabuhan transshipment kelas dunia, industri maritim berteknologi tinggi, industri elektronika dan rantai pasok lokal, pusat data dan ekonomi digital, serta ekonomi kreatif digital.
Visi tersebut tidak hanya menggambarkan potensi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, tetapi juga mengarah pada Batam sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan kawasan ASEAN.
“Batam kini hadir dengan tata kelola investasi yang modern, transparan, dan berdaya saing tinggi. Kami ingin menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menjadi pintu gerbang ekonomi Indonesia, tetapi juga mitra strategis bagi pertumbuhan kawasan ASEAN,” kata Ariastuty.
BP Batam juga menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus memperkuat tata kelola investasi yang efisien dan transparan, dengan tujuan untuk membuat Batam lebih kompetitif di pasar global.
Keikutsertaan BP Batam dalam SIBS 2025 bukan hanya sebagai ajang promosi, melainkan juga sebagai wadah untuk membangun kolaborasi bisnis yang lebih luas.
Salah satu hasil positif dari partisipasi tersebut adalah komitmen dua delegasi bisnis asal Malaysia yang menyatakan keinginannya untuk mengunjungi Batam pada tahun mendatang. Hal itu menunjukkan bahwa forum internasional seperti SIBS 2025 memiliki dampak langsung dalam membuka peluang bagi investor untuk menjajaki lebih lanjut potensi investasi di Batam.
BP Batam melihat ini sebagai langkah maju dalam memperkenalkan Batam kepada dunia dan memperkuat hubungan dengan negara-negara ASEAN dan di luar kawasan.
“Antusiasme yang tinggi dari para peserta menunjukkan bahwa Batam telah menjadi pusat perhatian bagi para investor global. Kepercayaan investor terhadap arah pengembangan Batam semakin kuat, dan ini adalah momentum yang sangat berharga bagi kita semua,” tambah Ariastuty.
BP Batam terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi Batam sebagai gerbang investasi strategis Indonesia dengan tata kelola yang transparan, efisien, dan berdaya saing global.
Melalui momentum tersebut, BP Batam berharap dapat menarik lebih banyak investor global untuk berinvestasi di Batam, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Dengan keberhasilan partisipasi BP Batam di SIBS 2025, Batam semakin dikenal sebagai kawasan industri yang memiliki daya tarik tinggi bagi investor internasional. Kini, lebih dari sebelumnya, Batam siap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di kawasan ASEAN, dan komitmen BP Batam untuk mewujudkan hal ini tetap kuat di masa depan. (HK/E-4)
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi memulai groundbreaking proyek hilirisasi fase I.
Pakar Oxford Ian Goldin menilai permintaan emas global tetap kuat di tengah geopolitik dan pelemahan dolar AS.
Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch Ferdy Hasiman menekankan pentingnya sikap netral dan berbasis fakta dalam mengevaluasi dugaan pelanggaran hukum di industri tambang nikel.
Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna mempertanyakan validitas capaian target investasi nasional yang disampaikan pemerintah.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Semakin banyak investasi yang masuk ke Kabupaten Sukabumi, maka peluang kerja dan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin terbuka lebar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved