Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
AKHIR bulan ini, antrean di SPBU swasta diprediksi akan mulai reda. Pasalnya, kapal-kapal pengangkut BBM impor milik PT Pertamina (Persero) dipastikan segera bersandar.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut, kedatangan kargo ini akan menjawab kelangkaan bahan bakar yang sempat bikin panik di sejumlah wilayah.
"Iya (ketersediaan) kargonya akhir Oktober," ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, saat ditemui di Kementerian Investasi, Rabu (8/10).
Namun, bukan hanya soal waktu kedatangan. Dalam perjanjian terbaru antara Pertamina dan para pemain swasta, ada satu hal yang patut dicatat, yakni spesifikasi BBM yang dipasok kini harus berada di level terbaik. Laode menegaskan bahwa Pertamina telah menyetujui standar tertinggi dalam pengadaan BBM impor.
"Makanya di perjanjian terakhir ini akan dipakai spesifikasi tertinggi. Pertamina berkomitmen seperti itu dari badan usaha tersebut, mana yang speknya tertinggi itu akan dipakai," jelasnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menepis keraguan publik soal kualitas BBM di pasaran. Ia memastikan bahwa setiap tetes bahan bakar yang mengalir dari nozzle SPBU telah melewati uji mutu resmi oleh Lemigas, lembaga penguji di bawah Kementerian ESDM.
"Gini, seluruh minyak atau BBM yang didistribusikan ke SPBU, baik punya Pertamina atau swasta, semua diuji lewat standar pemerintah lewat Lemigas dan kalau tidak lolos standar, pasti tidak akan didistribusikan dan semuanya sudah sesuai standar," tegas Bahlil.
Dengan kedatangan BBM impor dan jaminan kualitas dari pemerintah, publik kini bisa bernapas lega,setidaknya hingga akhir Oktober nanti. (Ant/E-4)
WAKIL Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar mengatakan, Indonesia tetap memerlukan impor kilang dan BBM pada 2018, karena produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan kilang.
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Di Provinsi Aceh, dari total 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU atau sekitar 97% telah kembali beroperasi.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Pada periode libur panjang dan musim perayaan, masyarakat cenderung beralih menggunakan BBM berkualitas demi menjaga performa kendaraan selama perjalanan jarak jauh.
Dari Stasiun Labuan di Kota Medan, setiap harinya dialirkan setidaknya 1.020 kilo liter BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar menuju Siantar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved