Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebanyak 108 warga Kota Padang Panjang yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1-4 menerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Kota, kemarin.
Bantuan yang diberikan sebesar Rp20 juta untuk masing-masing penerima. Rinciannya, Rp17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan serta Rp2,5 juta untuk upah pekerja. Dana tersebut akan disalurkan melalui Bank Nagari dan diperuntukkan khusus untuk perbaikan atap, lantai, dan dinding (Aladin).
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis didampingi Wakil Wali Kota, Allex Saputra di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota.
Wako Hendri menegaskan komitmen Pemko untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dari sisi perumahan, ekonomi, maupun pendidikan.
“Jangan mudah terprovokasi dengan kondisi yang terjadi saat ini. Mari kita tetap menjaga kenyamanan dan kesejahteraan kota kita. Saya juga menitipkan kepada para lurah untuk mengawasi program ini, agar bantuan benar-benar digunakan untuk pembangunan rumah, bukan diperjualbelikan,” ujar Hendri.
Ia juga meminta jajaran untuk terus melakukan pendataan masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni, termasuk yang mengalami stunting dan kekurangan gizi.
“Untuk 2026, kita menargetkan Rp5 miliar untuk program bedah rumah. Semoga dapat terealisasi dan masyarakat semakin sejahtera. Saya juga akan memberikan reward khusus bagi warga yang mampu menyelesaikan pembangunan dalam satu bulan,” tambahnya.
Sementara Wawako Padang Panjang Allex Saputra menekankan pentingnya kolaborasi agar lima tahun ke depan tidak ada lagi warga Padang Panjang yang masuk kategori miskin ekstrem.
“Saling berkolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan. Mari manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Serta terus berinovasi di tingkat kelurahan maupun RT demi terwujudnya kesejahteraan bersama,” katanya. (H-1)
Komitmen Sinar Mas Land dalam meningkatkan kualitas hunian dan lingkungan masyarakat terus diwujudkan melalui pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Renovasi 25 rumah di Purbalingga dan Banjarnegara ini merupakan bagian dari target 350 rumah yang direnovasi sepanjang tahun 2025.
JUMLAH rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Bogor, saat ini ada sekitar 14 ribu unit. Angka ini kini jadi perhatian serius, karena menyangkut kualitas hidup ribuan keluarga
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan program tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Pemerintah alokasikan Rp8,9 triliun untuk BSPS 2026, target renovasi 400 ribu rumah tidak layak huni demi wujudkan hunian sehat dan sejahtera bagi rakyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved