Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Dinkes Kota Bandung Pastikan tak Ada Pengunjuk Rasa Dirawat Inap

Naviandri
30/8/2025 17:52
Dinkes Kota Bandung Pastikan tak Ada Pengunjuk Rasa Dirawat Inap
Ilustrasi(Dok Diskominfo Kota Bandung )

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), memastikan tidak ada korban yang harus menjalani rawat inap pada unjuk rasa yang berlangsung di sekitar Gedung Sate dan Gedung DPRD Jawa Barat pada Jumat (29/8).

Plt. Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam menyebut, seluruh peserta aksi yang sempat mendapatkan perawatan medis telah kembali dipulangkan. Tercatat 15 orang harus dievakuasi ke rumah sakit rujukan. Rinciannya, 7 orang ke RSHS, 2 orang ke RS Borromeus dan 6 orang ke RS Sariningsih. 

“Tidak ada korban yang sampai harus dirawat inap. Semua kembali dipulangkan setelah mendapat perawatan,” ungkapnya Sabtu (30/8).

Sony menyampaikan, ratusan orang mendapat penanganan medis dari tim kesehatan Dinkes Kota Bandung akibat berbagai keluhan kesehatan saat unjuk rasa.

“Total ada lebih dari 250 orang yang ditangani tim kesehatan di berbagai titik, sebagian besar karena sesak napas, iritasi mata, dan luka ringan,” jelasnya.

Berdasarkan laporan lapangan, sebanyak 45 orang pendemo ditangani langsung di ambulans yang siaga di sejumlah titik.  Di Aula Universitas Islam Bandung (Unisba) tercatat 208 orang mendapat perawatan, terdiri dari 68 mahasiswa, 40 pelajar, 16 pengemudi ojek online, dan 76 warga umum. Dari jumlah tersebut, 188 laki-laki dan 20 perempuan.

Sedangkan Aula Universitas Pasundan (Unpas) juga menerima 60 peserta aksi yang mengeluhkan gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga luka. Keluhan terbanyak memang sesak dan iritasi mata, kemungkinan besar akibat gas air mata. Semua ditangani dengan prosedur medis yang sesuai.

"Dinkes bersama Public Safety Center (PSC) Kota Bandung berkoordinasi dengan PSC Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung untuk memperkuat layanan kesehatan. 

Ditempat terpisah Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang terwujud dengan Forkopimda Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam menangani dampak unjuk rasa di sejumlah titik Kota Bandung.

Farhan menyebut, perbaikan akan segera dilakukan, khususnya pada fasilitas publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bandung untuk tetap tenang serta menjalankan aktivitas seperti biasa. Saat ini, arus lalu lintas di persimpangan Jalan Ir. H. Djuanda (kawasan Cikapayang) ditangani oleh sejumlah petugas Linmas kewilayahan dan Dishub. 

"Sedangkan untuk kebutuhan pangan atau suplai makanan, kami memastikan tidak ada gangguan sehingga masyarakat tidak perlu panik. Kota Bandung secara fisik memang terkoyak akibat kejadian ini, tetapi saya yakin secara jiwa, warganya tidak akan pernah terkoyak. Kita akan selalu bersama. Insyaallah, ini menjadi pelajaran berharga bagi kami yang mengelola pemerintahan agar sungguh-sungguh mendengar aspirasi masyarakat,” ucapnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya