Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGIN kencang menumbangkan dua pohon di Kabupaten Kuningan. Pohon itu pun menimpa atap sebuah sekolah. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun pohon lengkeng dan kersen yang berada di sekitar SDN Cigintung Kelurahan Cigintung, Kecamatan/Kabupaten Kuningan tumbang setelah angin kencang yang bertiup di wilayah tersebut pada Kamis (28/8).
Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan pada hari ini, Kamis (28/8) mereka mendapat laporan dari Opik Taufik Hasan, seorang guru di SDN Cigintung yang mengabarkan dua pohon, masing-masing pohon Lengkeng (Dimocarpus longan) setinggi 25 meter dan diameter 70 centimeter serta Kersen (Muntingia calabura) setinggi 18 meter dan diameter 20 centimeter rubuh. Rubuhnya kedua pohon tersebut kemudian menimpa atap bangunan kelas 3 dan kelas 4 SDN Cigintung. Namun tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
“Tumbangnya kedua pohon itu diketahui dari seorang guru setempat, Opik Taufik Hasan. Saat tiba di sekolahan sekitar pukul 06.15 WIB, terlihat pohon Lengkeng dan Kersen telah tumbang menimpa atap bangunan kelas 3 dan kelas 4 SDN Cigintung,” tutur Andri. Selanjutnya sang guru melaporkan ke unit Damkar.
Selanjutnya unit Damkar pun melakukan proses evakuasi terhadap dua pohon tumbang. Selama proses evakuasi itu berlangsung, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. “Namun, dua ruang kelas yang tertimpa pohon dikosongkan sementara sehingga para siswa belajar di halaman sekolah,” tutur Andri.
Andri menambahkan butuh waktu empat jam bagi petugas untuk melakukan proses evakuasi terhadap kedua pohon yang tumbang itu. “Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar dan menyebabkan kerusakan bangunan yang lebih parah,” tutur Andri.
Saat ditanyakan menyebabkan robohnya dua pohon tersebut, Andri menyebutkan akibat angina kencang yang bertiup di Kabupaten Kuningan dini hari tadi. (H-3)
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18-55 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti perairan Barat Lampung
Kematian ikan mulai terpantau sejak 29 Januari 2026 dan terus meningkat hingga hari ketujuh.
Hasil identifikasi yang diakukan, kematian ikan disebabkan adanya parasit jenis cacing yang hidup di tubuh ikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, di Kuningan, Minggu, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Pemkab Kuningan telah menerima 337 unit alsintan dengan nilai hampir Rp 10 miliar.
Dengan total anggaran mencapai Rp 355 miliar, seluruh pengelola dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta mematuhi ketentuan yang berlaku.
Budi membeberkan ada sejumlah jalan yang terdampak dari kegiatan Reuni Akbar 212 ini. Masyarakat diminta menghindari jalan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved