Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Embun beku menerjang wilayah dataran tinggi Dieng di Banjarnegara, Jawa Tengah pada Minggu (27/7) pagi. Fenomena tersebut justru menjadikan saya tarik bagi wisatawan. Embun beku yang biasa disebut embun upas terjadi karena adanya cuaca ekstrem.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dieng Dinas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Banjarnegara Sri Utami mengatakan selama bulan Juli sudah tiga kali muncul embun beku.
"Bahkan, banyak yang berburu ke Dieng. Tidak hanya dari Banjarnegara dan Wonosobo, melainkan dari luar kota. Bahkan dari luar kota sengaja menginap dan beruntung bisa mendapatkan fenomena embun beku,"kata dia.
Sebelumnya, sepekan lalu Sabtu dan Minggu (19-20/7) pagi, embun beku menyelimuti kawasan Dieng yang memiliki ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Fenomena yang terjadi di Dieng terutama di sekitar lapangan dekat Candi Setyaki. Dan juga di Candi Arjuna juga ada.
“Fenomena ini merupakan hal biasa ketika musim kemarau tiba. Apalagi kalau suhu dingin hingga mendekati 0 derajat Celcius,”katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Banjarnegara mencatat suhu rendah di permukaan rumput Kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur.
Sebelumnya, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo, menjelaskan bahwa suhu udara minimum di kawasan sekitar berkisar antara 2 hingga 6 derajat Celcius. “Fenomena embun beku atau embun upas tahun ini sudah terjadi beberapa kali,” ujarnya.
Puncak musim kemarau di wilayah Dieng diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2025. Kondisi itu berpotensi memicu kembali turunnya suhu ekstrem dan munculnya embun beku dalam beberapa pekan ke depan. (H-1)
SUKUR, 45, seorang petani kentang di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, lemas.
POLRES Wonosobo, Jawa Tengah berupaya mengantisipasi kemacetan di jalur wisata ke Dieng saat musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sebanyak delapan anak bajang menjalani ritual potong rambut gimbal dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2025
DALAM dua hari terakhir, pada Sabtu dan Minggu 19 dan 20 Juli 2025 pagi, embun beku menyelimuti kawasan Dieng yang memiliki ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Udara dingin dirasakan warga berada di kawasan Dieng, Jawa Tengah. Bahkan di sana muncul fenomena embun upas atau salju.
DALAM dua hari terakhir, pada Sabtu dan Minggu 19 dan 20 Juli 2025 pagi, embun beku menyelimuti kawasan Dieng yang memiliki ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kemunculan embun upas tahun ini terjadi lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang umumnya berlangsung pada puncak musim kemarau, antara Mei hingga Agustus.
Berbeda dengan salju yang terbentuk sebagai partikel presipatasi di atmosfer, embun beku merupakan fenomena munculnya butiran es di permukaan.
Jika dibandingkan dengan embun beku sebelumnya, fenomena tersebut semakin meluas. Karena embun beku yang biasa disebut juga dengan embus upas tidak hanya di sekitar kawasan candi
Fenomena alam ini menarik banyak wisatawan yang beruntung berada di Dieng, sehingga mereka dapat menyaksikan langsung embun beku tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved