Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
EMBUN beku kembali menyelimuti kawasan Dieng di perbatasan antara Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng)pada Selasa (23/7). BMKG Menyebut, puncak embun beku atau biasa disebut embun upas diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Objek Wisata Dieng Banjarnegara Sri Utami mengatakan embun beku kembali muncul. "Suhu udara di sekitar kompleks Candi Arjuna di bawah 0 derajat celcius. Sehingga kawasan candi diselimuti embun beku yang berwarna putih," jelasnya.
Sementara pegiat desa wisata Aryadi Darwanto mengatakan suhu mininum yang tercatat di sekitar minum 1 derajad Celcius. "Saya mencatat, embun belu selama bulan Juli telah muncul sebanyak 7 kali. Dan dua hari ini yakni Senin dan Selasa berturut-turut muncul kembali," ujarnya.
Baca juga : BMKG: Fenomena Embun Es Dieng karena Memasuki Musim Kemarau
Secara terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo mengatakan fenomena ini bukanlah kejadian luar biasa dan umumnya terjadi di musim kemarau. "Fenomena ini berpotensi terjadi pada Juni-September. Terkadang, fenomena ini juga terjadi pada Bulan Mei, namun mulai intens dan sering diamati mulai bulan Juni dan puncaknya pada Agustus," jelas Yoga.
Menurutnya, secara meteorologi, fenomena tersebut dikenal sebagai frost atau embun beku. Berbeda dengan salju yang terbentuk sebagai partikel presipatasi di atmosfer, embun beku merupakan fenomena munculnya butiran es di permukaan. Masyarakat Dieng lebih mengenal fenomena tersebut sebagai embun upas.
"Fenomena ini terjadi karena secara klimatologis, tekanan udara pada periode Juni-Juli-Agustus lebih tinggi di Benua Australia yang bertekanan tinggi dibandingkan Benua Asia yang bertekanan rendah. Angin yang berembus dari Australia menuju Asia melewati Indonesia umumnya menandai dimulainya periode musim kemarau seiring dengan aktifnya monsun Australia," ujarnya.
Baca juga : Prakiraan Cuaca Rabu 24 Juli 2024, Awan Hujan Berpotensi Tumbuh di Beberapa Wilayah
Pada musim kemarau, lanjut Yoga, tutupan awan sangat minimum, sehingga tidak heran jika pada siang hari, matahari akan terasa sangat terik diiringi dengan peningkatan suhu udara. Hal tersebut karena tidak ada objek di langit yang menghalau sinar matahari, sehingga penyinaran matahari yang notabene merupakan gelombang pendek menjadi maksimum pada siang hari.
"Sama halnya dengan siang hari, radiasi yang dipancarkan balik oleh permukaan bumi pada malam hari juga optimum karena langit bebas dari tutupan awan. Pancaran radiasi gelombang panjang dari bumi ini diiringi dengan penurunan suhu yang signifikan pada malam hari, dan mencapai puncaknya pada saat sebelum matahari terbit atau waktu di mana suhu minimum umumnya tercapai," katanya.
Menurutnya, penurunan suhu yang terjadi secara kontinyu sejak malam hingga dini hari menyebabkan embun yang semula terbentuk dan menyelimuti rumput, dedaunan, atau tanaman kemudian membeku. (Z-6)
SUKUR, 45, seorang petani kentang di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, lemas.
POLRES Wonosobo, Jawa Tengah berupaya mengantisipasi kemacetan di jalur wisata ke Dieng saat musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sebanyak delapan anak bajang menjalani ritual potong rambut gimbal dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2025
Fenomena yang terjadi di Dieng terutama di sekitar lapangan dekat Candi Setyaki. Dan juga di Candi Arjuna juga ada.
DALAM dua hari terakhir, pada Sabtu dan Minggu 19 dan 20 Juli 2025 pagi, embun beku menyelimuti kawasan Dieng yang memiliki ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Udara dingin dirasakan warga berada di kawasan Dieng, Jawa Tengah. Bahkan di sana muncul fenomena embun upas atau salju.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved