Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah dipicu oleh kelalaian masyarakat dalam membuka lahan baru dan membersihkan kebun dengan cara membakar.
Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengungkapkan bahwa karhutla yang membesar di beberapa titik bermula dari aktivitas pembakaran lahan oleh warga.
Salah satu kawasan yang terdampak cukup parah adalah hutan Lembah Harau, yang saat ini tengah berkembang sebagai destinasi wisata.
“Besarnya perkembangan pembangunan objek wisata Harau membuat banyak investor membuka lahan. Sayangnya, masih ada yang menggunakan cara membakar untuk membersihkan lahan,” ujar Rahmadinol dalam keterangan tertulis, Rabu (23/7).
Rahmadinol menambahkan, pihaknya telah mengantongi identitas pelaku pembakaran lahan. Namun, proses hukum belum dapat dilakukan karena belum ada laporan resmi yang masuk ke aparat penegak hukum.
“Tidak ada yang berani melapor, sehingga proses hukum terhambat,” jelasnya.
Di lapangan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI-Polri, Satpol PP, dan unsur lainnya mengaku kewalahan memadamkan api. Minimnya peralatan, sulitnya akses air, dan lokasi kebakaran yang berada di kawasan perbukitan menjadi tantangan besar.
“Kami benar-benar kekurangan peralatan. Sumber air pun sangat terbatas, sementara titik-titik kebakaran berada di bukit yang sulit dijangkau,” ungkap Rahmadinol.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuka lahan atau membersihkan kebun dengan cara membakar.
“Jangan sampai karhutla ini terus meluas ke daerah lain,” tegasnya.
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla selama 14 hari, terhitung sejak 17 hingga 30 Juli 2025, sesuai dengan SK Bupati Nomor 300.2.3/156/BUP-LK/VII/2025.
Data BPBD mencatat, hingga saat ini 10 dari 16 kecamatan di Limapuluh Kota terdampak karhutla. Kecamatan tersebut meliputi Harau, Lareh Sago Halaban, Situjuah Limo Nagari, Akabiluru, Luak, Suliki, Pangkalan Koto Baru, Bukik Barisan, Mungka, dan Guguak. (YH/E-4)
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang sempat melanda beberapa wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota sejak awal Juli, kini dipastikan telah padam.
ASAP tebal masih menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat.
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Sumatra Barat. Lebih dari 200 hektare lahan terbakar sejak Mei hingga pertengahan Juli 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved