Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 192 Koperasi Merah Putih (KMP) kini resmi berdiri di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Purwakarta. Koperasi ini dibentuk sebagai bagian dari program nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan utama mendorong pertumbuhan dan kemandirian ekonomi desa.
Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Saepul Bahri Binzen, menegaskan pentingnya profesionalisme para pengurus koperasi agar tujuan mulia ini bisa tercapai. "Koperasi Merah Putih harus dikelola secara profesional demi penguatan ekonomi di desa," kata Binze, Minggu (13/7).
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Purwakarta, Denden Pranayudha, menjelaskan bahwa setiap koperasi terdiri dari 8 orang, lima pengurus dan tiga pengawas.
Denden menyebutkan, salah satu pengawas adalah kepala desa, sementara pengurus dipilih lewat musyawarah desa khusus dengan aturan ketat. "Pengurus tidak boleh berasal dari perangkat desa atau memiliki hubungan darah dengan kepala desa. Ini untuk menjaga netralitas dan profesionalitas pengelolaan," kata Denden.
Denden mengatakan, seluruh koperasi ini sudah berbadan hukum dan siap beroperasi. Kini, tinggal menanti langkah selanjutnya dari pemerintah pusat.(E-2)
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional khususnya terkait dengan penguatan ekonomi mulai dari desa melalui pembentukan Koperasi Merah Putih.
Dari target awal 80 ribu koperasi desa dan kelurahan, saat ini sudah lebih dari 82 ribu koperasi Merah Putih yang berbadan hukum dan siap memasuki tahap untuk beroperasi.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengapresiasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu di Banyuwangi karena berhasil mengembangkan produk lokal seperti gula dan kopi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan siap mendukung percepatan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) karena dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Sebanyak 16 ribu di antaranya sedang dibangun gudang, gerai, sarana pendukung dan alat kelengkapan lainnya
Koperasi Kana menyediakan pendanaan operasional sebesar Rp2 juta per bulan bagi setiap KDKMP yang berpartisipasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved