Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah keindahan laut yang membiru, Pulau Barrang Caddi di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi saksi bisu dari upaya pelestarian ekosistem laut yang dilakukan oleh generasi muda.
Beberapa hari lalu, sejumlah anak-anak dengan semangat tinggi mengikuti edukasi dan pelatihan transplantasi terumbu karang yang digelar oleh Komunitas Lestari Penyu, Yayasan Kitaji Pinisi, dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati).
Di antara riuhnya gelombang laut, terlihat anak kecil dengan penuh rasa ingin tahu memegang tukik, atau anak penyu, yang baru saja dilepasliarkan. Sebanyak 208 tukik penyu lekang dan penyu sisik dilepas ke laut dalam acara yang diinisiasi oleh Yayasan Kehati dan mitra-mitranya. Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelepasan, tetapi juga merupakan langkah penting dalam pelestarian spesies penyu yang terancam punah.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin peduli dan terlibat dalam melestarikan penyu endemik Indonesia,” ungkap Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan Kehati Toufik Alansar.
Program konservasi ini tidak hanya fokus pada penyu, tetapi juga pada terumbu karang. Transplantasi dan rehabilitasi terumbu karang dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan, tanpa mengambil karang alami yang semakin sedikit bertahan hidup. Hal ini menjadikan Pulau Barrang Caddi sebagai spot penyelaman yang menarik, baik untuk tujuan ilmiah maupun rekreasi.
Kelompok Pemuda Penyu Lestari Pulau Barrang Caddi berperan aktif dalam mengelola lokasi pembibitan fragmen karang dan transplantasi karang hidup. Dengan semangat yang menggebu, mereka berkomitmen untuk menjaga keindahan dan keberlanjutan ekosistem laut di sekitar pulau mereka.
Kegiatan pelepasan tukik dan edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab anak-anak terhadap lingkungan. Dengan langkah kecil ini, mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga kelestarian laut dan spesies yang ada di dalamnya.
Pulau Barrang Caddi bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan juga rumah bagi berbagai spesies laut yang perlu dilindungi. Dengan dukungan masyarakat dan generasi muda, harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi ekosistem laut semakin cerah. (LN/E-4)
Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5–14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15–24 tahun sebesar 32%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved