Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah keindahan laut yang membiru, Pulau Barrang Caddi di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi saksi bisu dari upaya pelestarian ekosistem laut yang dilakukan oleh generasi muda.
Beberapa hari lalu, sejumlah anak-anak dengan semangat tinggi mengikuti edukasi dan pelatihan transplantasi terumbu karang yang digelar oleh Komunitas Lestari Penyu, Yayasan Kitaji Pinisi, dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati).
Di antara riuhnya gelombang laut, terlihat anak kecil dengan penuh rasa ingin tahu memegang tukik, atau anak penyu, yang baru saja dilepasliarkan. Sebanyak 208 tukik penyu lekang dan penyu sisik dilepas ke laut dalam acara yang diinisiasi oleh Yayasan Kehati dan mitra-mitranya. Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelepasan, tetapi juga merupakan langkah penting dalam pelestarian spesies penyu yang terancam punah.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin peduli dan terlibat dalam melestarikan penyu endemik Indonesia,” ungkap Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan Kehati Toufik Alansar.
Program konservasi ini tidak hanya fokus pada penyu, tetapi juga pada terumbu karang. Transplantasi dan rehabilitasi terumbu karang dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan, tanpa mengambil karang alami yang semakin sedikit bertahan hidup. Hal ini menjadikan Pulau Barrang Caddi sebagai spot penyelaman yang menarik, baik untuk tujuan ilmiah maupun rekreasi.
Kelompok Pemuda Penyu Lestari Pulau Barrang Caddi berperan aktif dalam mengelola lokasi pembibitan fragmen karang dan transplantasi karang hidup. Dengan semangat yang menggebu, mereka berkomitmen untuk menjaga keindahan dan keberlanjutan ekosistem laut di sekitar pulau mereka.
Kegiatan pelepasan tukik dan edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab anak-anak terhadap lingkungan. Dengan langkah kecil ini, mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga kelestarian laut dan spesies yang ada di dalamnya.
Pulau Barrang Caddi bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan juga rumah bagi berbagai spesies laut yang perlu dilindungi. Dengan dukungan masyarakat dan generasi muda, harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi ekosistem laut semakin cerah. (LN/E-4)
Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5–14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15–24 tahun sebesar 32%.
Memahami apa yang terjadi saat sebuah pesawat tidak lagi merespons panggilan menara pengawas sangat penting untuk membangun literasi keselamatan transportasi yang objektif.
Secara sederhana, hilang kontak adalah kondisi di mana komunikasi dua arah antara pilot di dalam kokpit dengan petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) terputus.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Edukasi yang paling mendasar adalah memilah sampah dari rumah sebelum dibuang.
Melalui aksi ini, FKM UI berharap dapat menciptakan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved