Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT diguyur hujan semalaman, sungai meluap hingga mengakibatkan empat desa di Kecamatan Mejobo dan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terendam banjir, ratusan aparat kecamatan dan sejumlah instansi turun tangan untuk membersihkan sampah yang menumpuk menghambat aliran air.
Pemantauan Media Indonesia Selasa (25/3) ribuan warga empat desa yakni Desa Mejobo, Kesambi, dan Temulus (Kecamatan Mejobo) serta Desa Ngembalrejo (Kecamatan Bae) Kabupaten Kudus kalang kabut ketika jelang pagi tiba-tiba banjir datang merendam jalan dan rumah mereka dengan ketinggian 10-50 centimeter.
Bahkan hingga siang banjir disebabkan meluapnya sungai Dawe tersebut masih bertahan tinggi hingga mengakibatkan lalulintas tersendat, meskipun belum terlihat ada upaya pengungsian, namun banjir tersebut mengakibatkan aktivitas warga terganggu. "Kami bertahan di rumah saja, jika tidak mendesak tidak keluar karena khawatir banjir semakin meninggi," ujar Joko,50, warga desa Kesambi, Kudus.
Hal serupa juga diungkapkan Anshori,40, warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus bahwa banjir akibat meluapnya sungai dan drainase tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur daerah di Pantura Jawa Tengah ini sejak Senin (24/3) makam. "Kita yang khawatir ada tanggul jebol hingga banjir datang lebih besar," Imbuhnya.
Camat Mejobo Mochamad Zaenuri mengatakan terjadi setelah volume air sungai yang melintasi di tiga desa itu meluap akibat hujan lebat semalaman, petugas dari BPBD dan instansi terjait juga masih melakukan pemantauan dan berupaya mengurangi banjir dengan melakukan pembersihan sampah yang menjadi penyumbat aliran air Sungai Kesambi.
"Lipasan air terpantau di akiran Sungai Kesambi di jembatan 7,8, dan 9, diperkirakan banyak sampah menumpuk dibawah jembatan tersebut l, ini masih dilakukan pembersihan," imbuhnya.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Mundir mengungkapkan meskipun banjir terjadi tidak sebesar saat hujan Januari dan Februari lalu, namun diminta warga untuk waspada bencana banjir lebih besar, mengingat cuaca ekstrem masih berlangsung dan diperkirakan akan sampai akhir bulan mendatang.
"Kita terus lakukan pemantauan sejunjah tanggul sungai rawan jebol dan langsung bertindak dengan penanganan cepat sebagai antisipasi banjir lebih besar," kata Mundir.(H-2)
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
553 kepala keluarga (KK) di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terdampak banjir menyusul jebolnya tanggul Sungai Citarum
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo mencatat dampak signifikan akibat banjir yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved