Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT diguyur hujan semalaman, sungai meluap hingga mengakibatkan empat desa di Kecamatan Mejobo dan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terendam banjir, ratusan aparat kecamatan dan sejumlah instansi turun tangan untuk membersihkan sampah yang menumpuk menghambat aliran air.
Pemantauan Media Indonesia Selasa (25/3) ribuan warga empat desa yakni Desa Mejobo, Kesambi, dan Temulus (Kecamatan Mejobo) serta Desa Ngembalrejo (Kecamatan Bae) Kabupaten Kudus kalang kabut ketika jelang pagi tiba-tiba banjir datang merendam jalan dan rumah mereka dengan ketinggian 10-50 centimeter.
Bahkan hingga siang banjir disebabkan meluapnya sungai Dawe tersebut masih bertahan tinggi hingga mengakibatkan lalulintas tersendat, meskipun belum terlihat ada upaya pengungsian, namun banjir tersebut mengakibatkan aktivitas warga terganggu. "Kami bertahan di rumah saja, jika tidak mendesak tidak keluar karena khawatir banjir semakin meninggi," ujar Joko,50, warga desa Kesambi, Kudus.
Hal serupa juga diungkapkan Anshori,40, warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus bahwa banjir akibat meluapnya sungai dan drainase tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur daerah di Pantura Jawa Tengah ini sejak Senin (24/3) makam. "Kita yang khawatir ada tanggul jebol hingga banjir datang lebih besar," Imbuhnya.
Camat Mejobo Mochamad Zaenuri mengatakan terjadi setelah volume air sungai yang melintasi di tiga desa itu meluap akibat hujan lebat semalaman, petugas dari BPBD dan instansi terjait juga masih melakukan pemantauan dan berupaya mengurangi banjir dengan melakukan pembersihan sampah yang menjadi penyumbat aliran air Sungai Kesambi.
"Lipasan air terpantau di akiran Sungai Kesambi di jembatan 7,8, dan 9, diperkirakan banyak sampah menumpuk dibawah jembatan tersebut l, ini masih dilakukan pembersihan," imbuhnya.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Mundir mengungkapkan meskipun banjir terjadi tidak sebesar saat hujan Januari dan Februari lalu, namun diminta warga untuk waspada bencana banjir lebih besar, mengingat cuaca ekstrem masih berlangsung dan diperkirakan akan sampai akhir bulan mendatang.
"Kita terus lakukan pemantauan sejunjah tanggul sungai rawan jebol dan langsung bertindak dengan penanganan cepat sebagai antisipasi banjir lebih besar," kata Mundir.(H-2)
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan mitigasi mandiri.
Banjir bandang dan longsor di Ngawen, Gunungkidul mengakibatkan belasan rumah rusak, kendaraan terseret air, dan akses jalan terputus. Cek detail kerugiannya.
Tembok SMPN 182 Jakarta sepanjang 65 meter roboh diduga akibat tanah urukan labil. BPBD DKI memastikan tak ada korbanĀ amun drainase sekolah tersumbat total.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved