Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ATAP bangunan Masjid Jami Al-Arsy di Kampung Cibatu RT 003/001 Desa Cibatu Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk, Rabu (5/3). Dua orang dilaporkan terluka pada peristiwa yang terjadi saat salat subuh berjamaah tersebut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikembar, Daco Sudarmat, menjelaskan berdasarkan informasi, kejadian sekitar pukul 05.00 WIB. "Tiba-tiba atap masjid ambruk hingga menimpa jemaah masjid. Kondisinya rusak berat," kata Daco, Rabu (5/3).
Satu orang korban mengalami luka berat, sementara satu korban lainnya luka ringan. "Korban luka ringan ditangani di klinik terdekat. Sedangkan yang luka berat harus dirujuk ke RS Bunut (RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi," jelas Daco.
Penyebab ambruknya atap masjid diduga dipicu curah hujan tinggi. Selain itu, konstruksi atap berbahan baja ringan yang diduga tak mampu menahan beban genteng. "Bisa jadi juga tidak seimbangnya beban genteng dengan atap berbahan baja ringan," tutur Daco.
Warga bergotong royong membersihkan puing-puing reruntuhan atap yang ambruk. Sementara ini masjid belum bisa digunakan berbagai aktivitas keagamaan. "Untuk kebutuhan yang diperlukan antara lain bahan material serta terpal," pungkasnya.
Atap PAUD juga Ambruk
Tidak hanya masjid, sebuah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Melati di Kampung Nyalantrang RT 01/01 Desa Sindangsari Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, juga ambruk usai hujan deras.
Ketua Yayasan PAUD Melati, Uus Supiandi, mengatakan pada Senin (3/3) malam terjadi hujan turun cukup deras di wilayahnya. "Ambruknya atap bangunan PAUD terjadi pada Selasa pagi, (4/3)" kata Uus, Rabu (5/3). Kondisi cuaca itu diduga turut memicu ambruknya atap pada bangunan yang berusia 16 tahun itu.
PAUD Melati memiliki anak didik sebanyak 35 orang. Pembelajaran akan dimulai pada Senin pekan depan. Uus mengatakan, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur melalui Bidang PAUD sudah meninjau lokasi. "Harapan kami, pemerintah daerah bisa membantu membangun kembali ruangan PAUD," ungkap Uus. (M-1)
Bencana banjir bandang di Kecamatan Simpenan terjadi pada Desember 2024 dan Maret 2025
Delapan wilayah yang berstatus siaga berada di Kecamatan Cidadap, Cidolog, Cikakak, Cikidang, Cisolok, Kabandungan, Palabuhanratu, dan Tegalbuleud
Ada 18 desa di 11 kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Kondisi itu mengakibatkan rumah warga dan berbagai fasilitas umum turut terdampak.
Lima kejadian bencana yang dilaporkan tersebar di beberapa kecamatan. Mayoritas terdampak cuaca ekstrem akibat curah hujan tinggi.
Pergerakan tanah dipicu curah hujan tinggi akhir-akhir ini.
Terseretnya dua orang itu terjadi pada Minggu (16/11). Saat kejadian, kedua korban tengah asyik memancing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved