Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG SARUNG antar kelompok remaja terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah Ramadan. Polisi mengamankan barang bukti yang bukan hanya sarung. Melainkan senjata tajam, hingga bom molotov. Kejadian tersebut meresahkan warga.
Di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan petugas Reserse dan Kriminal Polres Grobogan menangkap delapan remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung yakni R, A, M, E, L, AA, AF, dan Y, selain itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa sarung yang dimodifikasi untuk digunakan dalam perang sarung dan sepeda motor yang digunakan para pelaku.
"Petugas juga menemukan barang bukti dua senjata tajam yang dibawa kelompok remaja tersebut, ini cukup mengkhawatirkan," kata Wakil Kepala Polres Grobogan Komisaris Trisno Nugroho.
Sementara itu di Jurang Damprit, Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (2/3) dini hari, petugas Polsek Gunungpati menangkap enam remaja berusia 16-20 tahun yang meresahkan warga karena saling tantang perang sarung. Bahkan, ada warga yang terkena lemparan batu hingga melapor ke Polsek.
Kepala Polsek Gunungpati Komisaris Agung Raharjo mengatakan setelah dilakukan penyelidikan, para remaja itu berkumpul di rumah satu di antara pelaku Kampung Karangsari, kelurahan Sumur Rejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang hendak memenuhi tantangan perang sarung.
"Petugas mengamankan barang bukti berupa 12 ponsel, 4 sepeda motor dan dua sarung dibawa pelaku," imbuhnya.
Tidak hanya di daerah itu, polisi di Purbalingga juga membekuk sepuluh remaja berusia 13-16 tahun yang hendak melakukan perang sarung dengan kelompok lainnya, bahkan polisi menemukan barang bukti bom molotov yang telah disiapkan untuk aksi perang sarung tersebut berikut barang bukti satu bom molotov dan tiga botol bekas minuman beralkohol yang ditemukan di sekitar lokasi.
"Petugas juga menyita barang bukti lain berupa dua helai sarung yang telah dimodifikasi yakni satu dililit lakban, satu lagi diikat ujungnya," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purbalingga Ajun Komisaris Siswanto.
(H-4)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved