Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR Imlek Semawis Semarang telah usai dan secara resmi ditutup pada Senin (27/1) malam dengan dihadiri ribuan pengunjung. Dalam tradisi Tionghoa, hari ini, Selasa (28/1), dilaksanakan Ji Kau Meh yaitu menjamu keluarga sebelum pergantian tahun baru Imlek.
Pemantauan di lapangan, Selasa (28/1), suasana Kawasan Pecinan Semarang masih tetap ramai, meskipun Pasar Imlek Semawis yang berlangsung sejak Sabtu (25/1) telah resmi ditutup pada Senin (27/1) malam.
Hujan yang mengguyur Kota Semarang tidak menyurutkan ribuan warga untuk mengunjungi Pasar Semawis yang dipusatkan di Jalan Wotgandul.
Bahkan, pada Selasa (28/1), sejak pagi, pedagang berbagai kebutuhan keluarga telah menjajarkan dagangan di sejumlah ruas jalan terutama di Gang Baru, Gang Besen dan sejumlah ruas jalan lainnya, karena hari ini atau sehari sebelum Tahun Baru Imlek banyak keluarga Tionghoa berbelanja banyak untuk masak besar guna menjamu keluarga (Ji Kau Meh).
"Betul hari ini dalam tradisi Tionghoa adalah Ji Kau Meh yaitu menjamu keluarga sebelum pergantian tahun baru Imlek," kata Ketua Kopi Semawis Harjanto Halim.
Pasar Imlek Semawis diadakan, lanjut Harjanto Halim, sebagai salah satu tradisi untuk memberikan kesempatan bagi warga berbelanja sebelum Tahun Baru Imlek tersebut, saat banyak barang kebutuhan Imlek dan kuliner dijajakan di pasar ini, selain berbagai kegiatan hiburan tradisional hingga cukup menarik bagi pengunjung.
Pecinan Semarang biasanya ramai oleh masyarakat untuk membeli persiapan untuk perayaan Imlek, ungkap Harjanto Halim, karena Imlek yang penting itu bukan angpaonya, tapi yang penting makan malam dengan keluarga inti.
"Sehingga Pasar Imlek Semawis ini menghidupkan kembali JI Kau Meh yang menjadi tradisi di Kota Semarang," tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang terpilih Agustina Wilujeng, saat penutupan Pasar Imlek Semawis, mengungkapkan keinginannya menjadikan Kawasan Pecinan Semarang seperti Chinatown yang ada di luar negeri, sehingga kedepan kawasan ini akan semakin ramai dan menjadi sebuah destinasi wisata yang banyak menarik pelancong.
"Saya tetap berkomitmen akan membawa Kota Semarang menjadi Kota pariwisata yang indah, Kawasan Pecinan Kota Semarang tang tejah berusia 400 tahun dengan banyak kelenteng dan tradisi yang kental akan menjadi sajah satu data tarik," ujar Agustina Wilujeng. (Z-1)
Mobilitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain. Mobilitas adalah tentang siapa saja yang bisa ikut dalam perjalanan itu.
Di bulan Ramadan ini, PSI Kota Semarang melakukan aksi nyata berbagi takjil kepada masyarakat.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Angin puting beliung menerjang di sejumlah daerah seperti Pati, Kota dan Kabupaten Semarang menimbulkan kerusakan bangunan dan pohon tumbang.
KOMUNITAS Pecinan Semarang kembali menghidupkan tradisi Pasar Imlek Semawis 2026 sebagai ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Pasar Semawis ini kembali digelar untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Semarang.
KOMUNITAS Pecinan Semarang kembali menghidupkan tradisi Pasar Imlek Semawis 2026 sebagai ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Pada Pasar Imlek Semawis tahun ini ini diharuskan pedagang dan pengunjung menggunakan pakaian khas, yakni berkebaya bagi wanita dan surjan dan sarung batik bagi pria.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved