Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Andalas (Unand) memastikan akan mengkaji secara komprehensif sebelum mengambil sikap terkait kemungkinan perguruan tinggi negeri dilibatkan dalam pengelolaan tambang. Rektor UNAND, Efa Yonnedi, menilai bahwa mengelola tambang bukanlah hal mudah, terlebih bagi pihak yang tidak memiliki pengalaman di bidang tersebut.
"Jika universitas diberikan kesempatan untuk mengelola tambang, Unand akan lebih dulu menilai rekam jejak yang dimiliki serta melakukan kajian komprehensif sebelum mengambil keputusan," ujar Efa, Sabtu (25/1).
Menurutnya, mengelola tambang bukanlah hal yang mudah, terutama karena selama ini perguruan tinggi lebih berfokus pada pendidikan dan riset. "Selama ini, perguruan tinggi, termasuk Unand, hanya berkiprah di bidang pendidikan dan riset, tanpa pengalaman langsung dalam pengelolaan tambang," jelas mantan Komisaris Utama Bank Nagari itu.
Lebih lanjut, Efa menyoroti bahwa pengelolaan tambang memerlukan pemahaman menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari lingkungan, sumber daya manusia, hingga tata kelola yang baik. Selain itu, Unad juga masih mempertimbangkan potensi dampak negatif jika kampus benar-benar terlibat dalam bisnis tambang.
Salah satu yang menjadi perhatian Efa adalah kemungkinan terjadinya konflik kepentingan."Konflik kepentingan harus dihindari. Jika perguruan tinggi masuk ke sektor ini, maka prinsip good governance harus benar-benar diterapkan," tegasnya.
Sebelumnya, usulan tentang perguruan tinggi kelola tambang muncul dalam pembahasan revisi Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (Minerba) di DPR RI. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Fauzan, menyatakan bahwa pemerintah masih mengkaji usulan ini sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut. (M-1)
Tim multidisiplin Universitas Andalas diterjunkan langsung ke lapangan dengan menjadikan Puskesmas Matur dan Puskesmas Maninjau sebagai pusat layanan kesehatan pascabencana.
Jamkrindo hadir di Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Jumat (7/11), untuk memperkenalkan industri penjaminan dan peran strategisnya dalam memperkuat perekonomian nasional.
OJK Gelar Student Integrity Campaign di Universitas Andalas.
Amran mencontohkan produk bernilai tambah dari gambir yang kini dikembangkan industri global, mulai dari skincare, tinta, hingga produk kesehatan berbasis herbal.
Genta Andalas memberitakan dugaan korupsi pengadaan alat laboratorium pada tahun anggaran 2019 senilai Rp3,57 miliar, yang telah menyeret 12 tersangka, termasuk mantan Wakil Rektor I.
Narasi sejarah Indonesia harus ditulis dengan ruang lingkup yang lebih luas, mencakup keragaman pengalaman kolektif bangsa dari berbagai sudut pandang dan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved