Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGIATAN perayaan Tahun Baru Imlek sudah dimulai di Kota Semarang, tradisi Ketuk Pintu yakni mengunjungi sembilan klenteng yang berada di Kawasan Pecinan Kota Semarang menjadi acara tahunan yang menandai awal perayaan Imlek.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (19/1) kegiatan perayaan Imlek di Pecinan Kota Semarang sudah dimulai, sebagian besar rtas jalan dan gang mulai terlihat meriah dengan hiasan lampion yang sudah terpasang, bagian sebagian kawasan sudah selesai direvitalisasi seperti Gang Baru yang segera diresmikan bersamaan perayaan Imlek ini terlihat cukup tertata rapi.
Tradisi Ketuk Pintu untuk menandai awal perayaan Imlek digelar juga telah dilaksanakan, sejak pagi rombongan panitia dan Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) mulai mendatangi klenteng-klenteng yang ada di Kawasan Pacinan Kota Semarang dengan diiringi suara musik dan barisan atraksi sejumlah liong hingga suasana cukup meriah.
"Kami mendatangi 9 klenteng untuk sosialisasi dan pemberitahuan akan adanya Pasar Semawis, kegiatan tradisi Ketuk Pintu ini adalah kearifan lokal yang terus kami jalankan," kata Ketua Kopi Semawis Harjanto Halim.
Tahun ini menjadi momentum yang baik, lanjut Harjanto Halim, karena adanya pemerintahan baru di tingkat nasional, provinsi, dan kota, Indonesia memunyai presiden baru, Jawa Tengah punya gubernur baru dan Kota Semarang ada wali kota baru. "Di Pecinan Semarang juga menjadi destinasi wisata baru hingga memunculkan optimisme besar," imbuhnya.
Menurut Harjanto Halim tradisi Ketuk Pintu dengan mengunjungi 9 klenteng di Pecinan Semarang yakni Siu Hok Bio di Jalan Wotgandul Timur, Tek Hay Bio/Kwee Lak Kwa di Jl. Gang Pinggir, Tay Kak Sie di Jl. Gang Lombok, Kong Tik Soe di Jl. Gang Lombok, Kelenteng Hoo Hok Bio di Jl. Gang Cilik, Tong Pek Bio di Jl. Gang Pinggir, Kelenteng Wie Hwie Kiong di Jl. Sebandaran I, Ling Hok Bio di Jl. Gang Pinggir dan See Hoo Kiong/Ma Tjouw Kiong di Jl. Sebandaran
Tradisi Ketuk Pintu ini, ungkap Harjanto Halim, melibatkan barongsai dan ratusan ibu berkebaya yang mendampingi perjalanan menuju sembilan klenteng dengan jumlah peserta 200 orang dan pengunjung Pasar Semawis juga perempuan dihimbau memakai kebaya sedangkan pria menggunakan sarung sebagai bentuk Pecinan Semarang merupakan simbol akulturasi budaya Cina, Jawa dan Islam..
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Sugiyanto mengaku sangat mengapresiasi prosesi Ketuk Pintu dan Pasar Semawis, karena disamping sandat menarik pelancong juga menunjukkan tingginya toleransi beragama di Kota Semarang, apalagi kawasan Pecinan telah menjadi segmen pariwisata berbasis sejarah dan warisan budaya.
"Maha itulah Pemerintah Kota Semarang bergerak melakukan revitalisasi Pecinan Semarang sebagai destinasi wisata yang bakal menarik pengunjung," tambahnya. (S-1)
Pemkot Semarang menetapkan ketahanan pangan dan kualitas lingkungan sebagai pilar utama RPJMD 2025–2029.
Tito juga menyebut MPP Kota Semarang sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Tengah.
Grand Candi Hotel, hotel bintang lima yang berlokasi di kawasan Sisingamangaraja, telah lama menjadi ikon art & gallery hotel di Kota Semarang.
Fokus utama penanganan banjir ini dengan mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk memastikan warga tidak kelaparan dan faskes bisa diakses
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan pembatalan 16 perjalanan kereta api (KA) yang melintasi Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (29/10).
Masyarakat Mijen menampilkan 14 gunungan unik, seluruhnya disiapkan secara swadaya tanpa dana APBD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved