Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA telur ayam dan tomat di sejumlah pasar tradisional di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengalami penurunan sejak Rabu (15/1). Meski mengalami penurunan, tidak terlalu signifikan.
Edi, 41, pedagang telur ayam di Pasar Panorama, mengatakan, harga telur ayam mengalami penurunan yang tidak signifikan sebesar Rp600 per karpet atau 30 butir.
"Harga telur saat ini bervariasi tergantung pada ukuran dan memprediksi harga telur bisa terus turun akibat turunnya permintaan pasar,'' katanya
Harga telur, lanjut dia, berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp60 ribu per karpet, tergantung ukuran telurnya. Penurunan harga ini, disebabkan oleh menurunnya permintaan pasar setelah melewati momen Natal dan Tahun Baru.
Selama periode tersebut, permintaan telur sempat mencapai puncaknya karena tingginya kebutuhan masyarakat untuk keperluan konsumsi dan perayaan. ''Setelah masa-masa puncak itu berlalu, permintaan mulai menurun, sehingga harga juga sedikit turun,” imbuhnya.
Turunnya harga telur, kata dia, tentu memberikan keuntungan bagi konsumen karena harga yang lebih terjangkau.
Pedagang berharap agar permintaan pasar kembali stabil dalam waktu dekat sehingga kondisi perdagangan dapat lebih baik.
Selain itu, harga komoditas tomat juga mengalami penurunan harga.
Harga tomat untuk saat ini, berkisar pada harga Rp3.000 hingga Rp4.000 dari sebelumnya Rp8.000 ribu per kilogram. (S-1)
Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.
Para peternak ayam petelur menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas kepedulian dan keberpihakan pemerintah terhadap nasib peternak.
KENAIKAN harga telur ayam sebagai salah satu bahan pokok yang tergolong tinggi di Provinsi Aceh tergolong cukup meresahkan.
Analisis berbasis Sensus Ekonomi 2026 menunjukkan bawang merah sebagai komoditas pendorong inflasi paling konsisten dengan andil 0,16 persen, disusul tomat 0,14 persen.
Padahal bahan bumbu masakan atau pelengkap sayuran itu sebagian besar juga hasil produksi panen petani lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved