Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba mengimbau masyarakat untuk waspada dan siap-siaga menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana pada musim hujan saat ini.
"Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan karena sebagian telah memasuki musim penghujan," kata Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Toba, Robert Manurung, Senin (13/1/2025).
Selain mewaspadai longsor karena hujan, BPBD juga meminta masyarakat waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir atau angin kencang. Masyarakat diminta untuk memantau informasi cuaca yang dikeluarkan resmi oleh BMKG secara berkala.
Informasi BMKG ini untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang.
Sementara itu, untuk mengantisipasi terjadinya bencana longsor, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Toba melalui Kepala Bidang Peralatan dan Pengujian, Maju Simangunsong mengungkapkan telah menyiagakan alat berat untuk melakukan pembersihan dan perbaikan jika terjadi bencana longsor.
"Memang yang langsung standby dalam posisi berhenti tidak ada. Semua alat kita kerja, jadi kalau ada peristiwa longsor kita langsung geser alat paling dekat untuk pindah," kata dia.
Saat ini terdapat 2 unit backhoe loader dan 4 unit excavator yang sedang bekerja di beberapa titik di Kabupaten Toba. Termasuk di Hutanamora, Lumban Julu yang masih menangani longsor yang terjadi pada Kamis lalu. (S-1)
BBMKG Wilayah III Denpasar juga merilis level peringatan Siaga tehadap potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Kabupaten Badung pada Minggu (1/2).
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia masih tinggi hingga akhir Januari 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 16 perjalanan kereta api akibat dampak cuaca ekstrem dan banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Nelayan diminta untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved