Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BABAK baru sistem transportasi di Bandung Raya dimulai pada 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan Metro Jabar Trans (MJT).
"Peluncuran MJT merupakan komtimen dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjalankan program transportasi umum yang terintegrasi dan inklusif. Tidak asal ada bus, tapi bus yang memiliki operator, sistem, dan berkaitan dengan angkutan kota sebagai feeder," papar Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Selasa (31/12).
Dia memastikan peluncuran MJT ada pengaturan ulang pergerakan angkutan. Tidak akan ada angkutan kota yang bersama di satu jalan. Angkot hanya sebagai feeder.
Pemprov Jabar, lanjutnya, terus mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang adanya moda transportasi umum bus terintegrasi di kawasan Bandung Raya. Sebelumnya, sistem itu diberi nama Bus Rapid Transif (BRT).
"Saya minta para pemangku kepentingan dalam program MJT dapat menghadirkan halte yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Haltenya betul-betul dipertimbangkan untuk saudara kita yang difabel dan jangan sekali dibangun sudah lupa. Banyak sekali cerita-cerita kita hanya bisa bikin halte, tapi ketika sudah jadi enggak dipakai. Jadi harus terus berjalan," tandasnya.
Saat ini, Koridor MJT melayani lima koridor di Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Sumedang. Kelima koridor itu ialah Leuwi Panjang–Dago, Leuwi Panjang–Soreang, Leuwi Panjang-Majalaya, Dipatiukur–Jatinangor, Alun-Alun Kota Bandung–IKEA Kota Parahyangan Bandung Barat, dan Purnawarman–Baleendah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan mengembangkan koridor yang ada, dari 5 menjadi 21 koridor pada 2025. (SG/E-2)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kawasan Bandung Raya berada pada kondisi lingkungan yang rawan dan berpotensi mengalami kerusakan serius jika pola tata ruang tidak segera dikoreksi.
Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat penting dalam memperkuat konsolidasi Muhammadiyah di Bandung Raya.
Saat dikunjungi Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman, sampah yang diangkat mencapai 200 ton.
Hanya satu zona dari lima zona TPA Sarimukti yang bisa difungsikan untuk menampung sampah, sedangkan dua zona sedang dalam tahap penataan ulang.
Pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan aglomerasi Bandung Raya membawa implikasi besar terhadap kebutuhan transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved