Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Marapi di Sumatra Barat, dengan ketinggian 2.891 mdpl dan terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, menunjukkan aktivitas signifikan pada hari ini, Kamis (7/11).
Berdasarkan laporan pengamatan dari Pos Pemantauan Gunung Marapi, kondisi gunung yang kini berstatus Level III (Siaga) ini perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.
"Letusan terjadi lima kali dengan amplitudo 1,5-8,7 mm dan durasi 49-133 detik," kata penyusun laporan KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Marapi, Teguh Purnomo.
Ia menjelaskan, cuaca di sekitar Gunung Marapi terpantau cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar antara 16,3-21,7 °C, kelembapan 89,5-91%, dan tekanan udara di sekitar 638,3-639 mmHg. Angin bertiup lemah ke arah timur laut membawa abu hasil letusan ke arah yang sama.
"Dalam periode pengamatan, gunung terlihat jelas dengan kondisi kabut yang bervariasi antara kabut 0-I hingga kabut 0-II. Asap kawah yang bertekanan sedang hingga kuat terlihat keluar dari puncak kawah dengan warna putih dan kelabu, dengan intensitas sedang hingga tebal, mencapai ketinggian 200 hingga 800 meter di atas puncak kawah. Terjadi lima letusan yang menghasilkan kolom abu setinggi 700-800 meter ke arah timur laut," ungkapnya.
Sisi lain, hembusan 11 kali dengan amplitudo 1,5-11 mm dan durasi 11-161 detik. Gempa vulkanis dangkal:2 kali dengan amplitudo 2,2-4 mm dan durasi 17-19 detik. Gempa vulkanis dalam 2 kali dengan amplitudo 5,9-10,1 mm, S-P 1,2-1,3 detik, dan durasi 12-14,5 detik.
Gempa tektonik lokal 1 kali dengan amplitudo 2,2 mm, S-P 8 detik, dan durasi 32 detik. Gempa tektonik jauh 1 kali dengan amplitudo 4,5 mm, S-P 25,6 detik, dan durasi 78 detik.
Selain itu, tremor menerus dengan amplitudo 0,5-1,5 mm (dominan 1 mm) juga terdeteksi, menandakan aktivitas vulkanis yang cukup signifikan.
Teguh mengatakan, PVMBG mengeluarkan beberapa imbauan untuk menjaga keselamatan dan ketenangan masyarakat yakni zona bahaya, masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta untuk tidak memasuki area dalam radius 4,5 km dari kawah Verbeek.
Sementara untuk kewaspadaan terhadap lahar, masyarakat yang tinggal di dekat lembah atau sungai yang berhulu di Gunung Marapi agar berhati-hati terhadap potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan.
"Lindungi diri dari abu vulkanis. Bila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA)," tukasnya. (YH/J-3)
Gunung Marapi di Sumatra Barat erupsi, Sabtu (20/9). Gunung itu mengeluarkan kolom abu setinggi 1.000 meter dan berstatus waspada.
Warga yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar, terutama pada musim hujan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif, Kawah Verbeek.
ERUPSI Gunung Marapi kembali menggetarkan kawasan di sekitarnya. Rabu pagi (23/7), sekitar pukul 07.23 WIB.
Selain potensi letusan susulan, PVMBG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai-sungai berhulu dari puncak Marapi agar waspada terhadap ancaman banjir lahar.
GUNUNG Api Marapi kembali mengalami erupsi malam tadi, Rabu (18/6) pukul 20:09 WIB, masyarakat diminta tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan dalam radius 3 km
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved