Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Sumedang sudah menggelar uji coba makan siang bergizi untuk sejumlah siswa sekolah dasar (SD). Saat ini, Sumedang tengah menjajagi menggulirkan program makan siang bergizi secara masif untuk 100 ribu siswa SD.
"Uji coba makan siang bergizi sudah dilakukan selama dua bulan. Kami menggunakan dua skema pembiayaan, yakni partisipatif dan menggunakan APBD," ujar Penjabat Bupati Sumedang Yudia Ramli, Jumat (25/10).
Saat ini, Pemkab Sumedang juga mulai menjajagi menggulirkan program ini untuk seluruh SD. Untuk itu, mereka merangkul pihak swasta, salah satunya PT Technolife yang memiliki teknologi dapur modern.
Perusahaan yang berada di Sumedang itu akan mengembangkan dapur modern satelit di sekolah. Dalam program makan siang bergizi, makanan tidak perlu lagi dikirim dari luar sekolah.
"Technolife sudah menyatakan keinginannya untuk berpartisipasi dalam program makan siang bergizi. Technolife akan menghadirkan dapur modern satelit di sekolah," tambah Yudia.
Sementara itu, Founder PT Technolife Evi Lusviana menyebutkan pihaknya sudah lama melakukan riset makan siang bergizi. "Kami ingin memberi sumbangsih kepada Pemkab Sumedang dengan menghadirkan makan siang bergizi yang dikelola secara modern tetapi tidak menghilangkan nutrisi dan gizinya."
Saat ini, lanjutnya, makan siang bergizi masih dikelola secara konvensional. "Kami akan memulai uji coba makan siang bergizi secara modern ini pada 18 November 2024."
Pengelolaan secara modern akan memberikan solusi untuk makan bergizi. Pemerintah bisa memenuhi prasyarat makanan bergizi, yakni memenuhi gizi, waktu yang tepat, makan hangat dan menjaga kesehatan murid. (SG/N-2)
Pemkab memiliki data ketersediaan bahan baku pangan, sehingga menu MBG di Sumedang bisa disesuaikan dengan pasokan lokal yang tersedia.
Kewaspadaan menjadi hal utama yang harus dibangun bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.
Capaian tersebut menempatkan Sumedang sebagai salah satu daerah strategis di Kawasan Rebana Metropolitan
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Pemkab Sumedang membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih dan perbaikan irigasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved