Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah, berupaya mengerjakan target perluasan areal tanam (PAT) seluas 1.160 hektare tanaman padi tahun ini. Target itu ditentukan oleh pemerintah pusat.
Adapun target PAT pada musim kemarau sekitar bulan Mei - September mencapai 496,10 hektare atau 44,9% dari keseluruhan target PAT tahun ini. Sayangnya target PAT pada musim kemarau kurang dapat dipenuhi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto.
"Penyebab tidak terpenuhi target pada musim kemarau salah satunya karena air yang disedot adalah air permukaan. Jika sungai mengering petani tidak bisa menyedot air," kata Joko, Selasa (8/10).
Menurut dia, untuk mengatasi hal itu, Temanggung perlu sumur bor. Pihaknya sudah mengusulkan pada pemerintah pusat untuk pembuatan sumur bor. Di samping itu, secara kultur, petani di daerah selatan pada musim kering biasanya menanam palawija atau sayuran. Karenanya, fokus PAT hanya saat kemarau dan di wilayah utara, seperti Bejen, Kranggan, serta Pringsurat. Sebab daerah lain cenderung menanam hortikultura.(M-3)
Dari jumlah itu terinci 22 waduk dan rawa, serta 74 embung yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan.
Pantau Gambut mengatakan kondisi 2025 masih menunjukkan pola rawan karhutla, terutama di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Selain itu, BPBD juga akan membangun tiga sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih.
KONDISI kebakaran lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru, Riau, sudah mulai terkendali. Apalagi hujan sempat mengguyur Kota Pekanbaru sejak Senin (28/7) dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved