Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN Hutan dan Lahan (karhutla) di Desa Pedauran Sebangau Kecamatan Sebangau Kuala Kabupaten Pulang Pisau sejak Tanggal 13 Agustus 2024, sampai saat ini masih dalam proses pemadaman dan belum padam total.
“Kendalanya adalah lokasi yang sulit dijangkau dan dilaporkan di lokasi tersebut masih belum terjadi hujan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib, Sabtu (31/8).
Dijelaskan Toyib, Karhutla di Kalteng tahun 2024 pada periode Januari sampai dengan Juli 2024 sudah mencapai luas 1.331,24 hektar dan Kalteng berada di urutan ke-14 se-Indonesia dengan tingkat luasan karhutla yang tinggi.
Baca juga : Ratusan Hektare Areal Perkebunan di Kabupaten Banjar Terbakar
Toyib menyebut, berdasarkan Laporan Harian Posko Krisis Karhutla Pusdalops PB per tanggal 27 Agustus 2024, jumlah kejadian karhutla di Kalteng sebanyak 345 kejadian.
“Frekuensi kejadian karhutla ini meningkat sejak bulan Juli 2024 pada saat awal musim kemarau, sedangkan untuk bulan Agustus 2024, sudah melebihi bulan Juli 2024, dimana bulan Agustus 2024 diprakirakan sebagai puncak musim kemarau,” Jelas dia.
Berdasarkan data dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian LHK ada empat Kabupaten di Kalteng dengan luas karhutla paling tinggi, yaitu Kabupaten Sukamara seluas 510,74 ha, Kabupaten Katingan seluas 152,42 ha, Kabupaten Barito Selatan seluas 152,42 ha. 136,79 ha, dan Kabupaten Kotawaringin Barat seluas 110,41 ha. (Z-9)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Selain modul ambulans, Prabowo memerintahkan TNI agar ditambah alat penanggulangan bencana. Khususnya saat kebakaran.
WAKIL Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki memberikan semangat pada seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengelola kawasan hutan,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved