Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN yang melanda Jawa Tengah kian meluas. Hingga saat ini ribuan warga di 24 daerah dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah terdampak dan mengalami kesulitan air bersih. Pemerintah setempat telah menggelontokan sekitar 5 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut bantuan.
Sebagian besar daerah dilanda kekeringan akibat sumber daya air seperti sumur, sungai, embung dan bendungan telah menyusut drastis bahkan kering kerontang akibat sudah lebih 60 hari tidak turun hujan. "Kami hanya berharap bantuan air dari pemerintah maupun swasta setiap hari karena sumur kami telah mengering," ujar Wiyono, 50, warga Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora.
Hal serupa juga diungkapkan Sukardi,46, warga Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo, Pati yang cukup kesulitan air bersih akibat sudah berbulan-bulan tidak turun hujan. Untuk memenuhi kebutuhan warga yang mampu membeli air Rp4.000 per jeriken. Warga yang tidak mampu mencari hingga keluar desa ataupun menyaring air sungai untuk kebutuhan konsumsi.
Baca juga : 17 Kecamatan di Purwakarta Mulai Krisis Air Bersih
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Muhammad Chomsul mengatakan hingga saat ini kekeringan dan kesulitan air bersih terus meluas telah melanda 193 desa, 91 kecamatan di 24 kabupaten/kota.
"Berdasarkan data sebanyak 3.871 Kepala atau sekitar 107.256 jiwa terdampak bencana kekeringan di 24 daerah, maka bantuan air digelontorkan baik dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota maupun sejumlah lembaga," kata Muhammad Chomsul.
Kemarau tahun ini berbeda dengan tahun lalu, ungkap Muhammad Chomsul, yakni lebih basah sehingga di sejumlah daerah masih ada hujan meskipun intensitas ringan dan tidak merata. Namun untuk daerah lain kondisi tidak ada hujan sama sekali hingga berdampak kesulitan air bersih. "Kita mulai gelontorkan bantuan sejak Mei lalu," imbuhnya.Kemarau tahun ini, menurut Muhammad Chomsul, sudah memasuki puncak dan diperkirakan akan berlangsung hingga September mendatang sehingga diharapkan persediaan air bersih untuk bantuan masih tersedia di daerah-daerah hingga akan memasuki musim hujan. (N-2)
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved