Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGARA bermartabat merupakan impian setiap bangsa di dunia ini. Hal itulah yang melatarbelakangi Prof Tutuka Ariadji, M.Sc, Ph.D menuangkan buah pikirannya ke dalam sebuah buku berjudul Negara Bermartabat dalam Konsep Politik Teknologi Berkelanjutan.
Mantan Dirjen Migas Kementerian ESDM itu berpendapat bahwa sebuah negara dapat menjadi bangsa besar besar karena kemampuan rakyatnya yang berpikir besar bagi negaranya dan dunia.
"Indonesia menjadi negara besar dan maju jika rakyatnya hidup sejahtera, bahagia, dan berkesempatan berpikir serta berbuat besar untuk negaranya dan dunia," tegas dia usai me-launching buku kajian filsafat setebal 145 halaman tersebut di ruang Candi Ratna Pura Mangkunegaran, Senin (12/8).
Baca juga : SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024 di Jakarta
Doctor of Philosophy Petroleum Engineering-Texas A&M Univ Texas itu memaparkan tidak semua bangsa atau negara mampu mewujudkannya, termasuk Indonesia. Dia sangat prihatin bahwa saat ini begitu banyak ruang media sosial yang memuat narasi, percakapan dan perdebatan yang tidak bermoral.
Dia mengatakan perlu adanya kesadaran kolektif untuk mengubahnya dan juga konsep politik teknologi yang tepat, agar rancangan menjadi negara bermartabat bisa diwujudkan.
"Kita harus melihat kemampuan kita, SDM kita seperti apa. Kita satukan dengan teknologi yang tepat untuk bangsa dan negara. Yang tentu saja dengan memperhatikan kepentingan masyarakat dunia agar bumi bisa bertahan berkelanjutan," sergah Tutuka yang kini pengajar di almamaternya Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tutuka menegaskan, dalam bukunya, dirinya mengetengahkan prinsip dasar bahwa Negara Bermartabat harus diawali dengan menjadi individu bermartabat. " Jadi harus dicapai dengan menyeimbangkan antara nalar, nafsu dan spiritual. Ketiganya harua seimbang. Tentunya ini dimulai dari individu bermartabat, yang diaplikasikan untuk bangsanya," ujar pakar perminyakan itu.
Karena itu, pungkas dia, sebuah negara bermartabat, sangat memerlukan pemimpin kuat, tepat serta visioner. "Semua ini bisa dicapai dari awal setiap individu bermartabat," ujarnya. (N-2)
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menunjukkan respons cepat dalam menghadapi dua situasi darurat di perairan lepas pantai Jawa Barat dalam kurun sepekan.
Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Onshore Processing Facility (OPF) Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) di Gresik.
PT Medco Energi Internasional, melalui anak usahanya Medco E&P Grissik, memperkuat upaya pengurangan emisi melalui penerapan nitrogen gas blanketing.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
SKK Migas menegaskan komitmennya memperkuat penggunaan barang dan jasa dalam negeri di sektor hulu minyak dan gas bumi.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved