Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH rumah di Dusun Mertelu, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terbakar pada Selasa (30/7) malam WIB.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, api menyambar cepat karena konstruksi rumah mayoritas dari kayu. Rekaman video menunjukkan bangunan tersebut rata dengan tanah tak lama usai kejadian.
"Penanganan kebakaran kami berkoordinasi dengan keluarga, dukuh, dan jajaran setempat," kata Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto saat dikonfirmasi.
Baca juga : Korban Kebakaran di Gunungkidul Dapat Bantuan dari Mak Ganjar
Rumah itu diduga sengaja dibakar oleh anak dari pemilik rumah. Belum ada informasi pasti, meski dugaannya mengarah pada konflik persoalan internal keluarga.
Suryanto menyatakan anak pemilik rumah itu memang diduga menjadi pelaku. Meski demikian, aparat masih akan mendalami dengan memeriksa yang bersangkutan.
"Terduga pelaku sudah kami amankan dan akan dimintai keterangan," kata dia.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul telah mengimbau warga agar mengantisipasi dan mencegah risiko kebakaran. Saat musim kemarau, peristiwa kebakaran bisa berlangsung cepat.
"Terlepas dari hal-hal lain, musim kemarau tingkat risiko kebakaran lebih besar," kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono belum lama ini. (P-5)
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Bagi Desa Wisata Tepus, lanjut Heri, penghargaan Wonderful Indonesia Awards 2025 diyakini akan terus menambah jumlah kunjungan yang saat ini mencapai 400 orang per bulan.
Program TERA Semesta Saintek berfokus Ko-Kreasi antara akademisi di perguruan tinggi dan komunitas masyarakat yang diharapkan dapat membentuk ekosistem saintific-citizen science.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti potensi abalon (Haliotis spp.) sebagai sumber daya laut unggulan di kawasan pesisir Gunungkidul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved