Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Halmahera Tengah, tepatnya di Area Desa Sawai, Desa Waibulan, Desa Lokuman, Desa Woekob, Desa Woejerana, Desa Kulo Jaya, dan sekitarnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah membangun instalasi pengolahan air bersih berupa Water Intake dan Water Treatment Plant (WTP).
Pembangunan instalasi ini berada di sejumlah wilayah Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.
Selain pemerintah kabupaten, pembangunan ini juga didukung PT Weda Bay Nickel (WBN). Mereka mendukung dengan alasan fasilitas ini merupakan wujud peran serta aktif PT WBN dalam mendukung Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang infrastruktur penunjang melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
Baca juga : Ulang Tahun, Penduduk Halmahera Tengah Dikado Pembangunan Water Intake
“Kami harap membawa manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat,” kata Direktur PT WBN Kevin HE Xiaozhen.
Water Intake dan WTP ini nantinya akan menyuplai 15.000 meter kubik per hari untuk masyarakat sekitar. PT WBN diketahui bertanggung jawab terhadap biaya dan seluruh aspek teknik, mulai dari Detailed Engineering Design (DED), pembangunan, hingga commissioning dan serah terima.
Penandatanganan Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan pada 3 Juli 2024 lalu, diwakili Pejabat (Pj) Bupati Kabupaten Halmahera Tengah Ikram Malam Sangaji. (Z-1)
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Pasokan air bersih Aceh Tamiang kembali normal setelah SPAM IKK Rantau beroperasi pascabanjir. Menteri PU memastikan kualitas air aman dan layak konsumsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved