Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Lampung Timur buru 'abang jago' yang videonya viral di media sosial Facebook yang memperlihatkan seolah mengkonsumsi narkoba jenis sabu.
"Terkait video viral itu, Satnarkoba Polres Lampung Timur saat ini tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pria yang ada didalam video tersebut," kata Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Umi Fadillah Astutik di Mapolda Lampung, Selasa (14/5).
Menurut Umi, pihaknya telah mengetahui identitas pria yang dikatakan warga Lampung Timur. “Sudah, sudah diketahui identitasnya. Inisial B," ungkapnya.
Baca juga : Polda Lampung Ungkap Dua Jaringan Narkoba
Dia juga menyebutkan tempat tinggal pria tersebut sudah didatangi namun memang yang bersangkutan tidak ada.
"Iya sudah namun tidak ada, kami juga belum bisa memastikan bahwa itu narkoba atau bukan. Nanti jika telah diamankan baru kita ungkap," jelasnya.
Video tersebut viral saat diunggah oleh akun Facebook @Him Anja. Pada dua video yang diunggah terlihat pria tersebut tengah mengkonsumsi diduga sabu, kemudian pada video lainnya terlihat juga pria itu tampak menantang dengan menggigit sebilah parang.
Ada keterangan yang disematkan pada dua video yang diunggah yang terkesan menantang aparat penegak hukum.
"Namaku si jago dari Lampung Timur, Negara Abung. Aku kebal hukum," tulis keterangan caption tersebut. (Z-10)
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Disebut Masjid Batu karena sejak didirikan pada era 1970-an, dindingnya tersusun dari batu kali hasil gotong royong warga.
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menyebut bahwa tumpukan kayu yang ditemukan di wilayah pesisir Lampung bukan berasal dari banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved