Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) sigap lakukan akselerasi penanganan darurat pangan dengan beberapa program dan kegiatan, salah satunya lewat program Optimasi Lahan (OPLAH).
Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Andi Nur Alam Syah bersama Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dan Forkompimda Kab Pulpis beserta Kelompok Tani, secara simbolis melakukan penanaman Perdana Padi, Rabu (03/04), di lokasi Kegiatan Optimalisasi Lahan Rawa di Desa Sanggang, Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau
Sebagai informasi, pelaksanaan tanam perdana ini menggunakan sistem tapin dengan varietas Inpari-32, dilakukan pada lahan milik Kel Tani Sumber Rejeki dan akan diikuti penanaman oleh anggota Kelompok Tani yang lain. Desa ini memiliki 10 kelompok tani dengan lahan seluas 661 ha, dimana rerata produktivitas mencapai 3,3 ton/ha.
Baca juga : Penyuluh CSA Dorong Kelembagaan Ekonomi Petani Pinrang Naikkan Omzet
Kami ditugaskan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, agar mempercepat pelaksanaan kegiatan OPLAH ini, dan berkolaborasi dengan TNI. Dirjen Perkebunan Andi Nur Alam Syah berharap program ini dapat menambah luas tanam baru di Kalteng serta meningkatkan produksi dan produktivitas padi.
"Kalimantan Tengah luar biasa, pemerintah daerahnya serta masyarakatnya memiliki kemauan yang kuat dalam menjaga ketahanan pangan di daerahnya. Dengan semangat dan kerja keras serta kolaborasi ini, saya yakin dapat mencapai target areal yang sudah ditetapkan. Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih tak terhingga atas dukungan Bapak Wagub, jajaran TNI, Kadis TPHP Prov, dan Kadistan Kabupaten yang turut menyukseskan Program OPLA dan Pompanisasi." jelas Andi Nur.
Lebih lanjut Andi Nur mengatakan, target OPLAH 81.088 ha di Kalimantan Tengah, sedangkan untuk target OPLAH Kabupaten Pulang Pisau seluas 21.453 Ha. Ini tentu bukanlah hal yang mudah, butuh komitmen dan kolaborasi seluruh pihak.
Baca juga : Mentan Andi Amran Sulaiman Dorong Petani Hilirisasi Hasil Pertanian
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan “Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memberikan dukungan kepada para petani agar mereka dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraannya, terima kasih dan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat pada kegiatan Optimalisasi Lahan Rawa dan Pompanisasi. Kita berharap agar program ini meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong Kalteng menjadi lumbung pangan Nasional,” harapnya.
Sementara itu, Iwan Rosandrianto selaku Danrem 102 Panju mengatakan,"Kami TNI siap mendukung kegiatan Optimalisasi Lahan seperti yang disampaikan Pak Dirjen. Harapannya pelaksanaan kegiatan konstruksi OPLA berdasarkan SID yang telah kami terima. Dengan semangat yang disampaikan Pak Dirjen kami semakin yakin kegiatan konstruksi OPLA dapat diselesaikan sesuai target.”
Pada moment ini, turut dilaksanakan agenda peletakan batu pertama pembangunan Rice Milling Unit (RMU RTR) di Desa Pantik Kec Pandih Batu Kab Pulang Pisau, dimana lahan yang digunakan untuk pelaksanaan Pembangunan RMU RTR seluas 3,6 ha. (Z-7)
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Untuk itu semua jagal wajib menjaga stabilitas harga karkas sehingga harga daging di Pasar tidak lebih dari Rp130.000/kg
Komisi IV DPR RI mendorong penguatan sarana dan prasarana laboratorium berstandar internasional, pemenuhan alat identifikasi penyakit PMK.
PVTPP Kementan mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Siperintis.
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
Mahasiswa melakukan transfer teknologi Mesin Huller guna meningkatkan efisiensi proses pengupasan kulit tanduk kopi
SEKELOMPOK warga yang sempat tinggal di tenda pengungsian pascabencana Palu 2018, berhasil merubah lahan bekas tempat pembuangan sampah menjadi kebun anggur penggerak ekonomi warga sekitar.
Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu meminta agar para petani benar-benar menanam bibit tersebut dan tidak menjualnya kepada pihak lain.
Bantuan traktor roda empat itu diperoleh pada tahun anggaran 2020 melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian.
Kelompok tani yang beranggotakan 10 orang ini mampu menghasilkan pendapatan antara Rp8 juta sampai Rp9 juta per bulan yang dibagikan merata ke seluruh anggota.
Hasilnya ada yang dikonsumsi sendiri ada pula yang akan diolah sehingga memiliki nilai tambah bagi ekonomis bagi rumah tanggah anggota kelompok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved