Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH menjadi pemandangan yang biasa bagi masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melihat aktivitas lalu lintas kapal-kapal tongkang pengangkut batubara berlayar melintasi alur sungai maupun perairan laut di wilayah tersebut. Setiap tahun tak kurang dari 140 juta metrik ton emas hitam ini keluar dari perut bumi Kalsel.
Menariknya aktivitas kapal-kapal tongkang yang hilir mudik mengangkut batubara di Sungai Barito ini ditetapkan menjadi objek wisata dan salah satu dari 54 situs Geopark Meratus. Tepatnya di Desa Beringin, Alalak, Kabupaten Barito Kuala berdekatan dengan Jembatan Barito. Dari sini kita akan melihat tidak hanya kemegahan jembatan yang diresmikan Presiden Soeharto dan kawasan hutan mangrove Pulau Bakut, tetapi juga lalu lalang kapal-kapal tongkang pengangkut batubara.
Situs pemandangan tongkang batubara ini merupakan bagian dari perjalanan rute barat Geopark Meratus berupa pesona kehidupan suku banjar yang terhubung dengan situs lainnya di sepanjang Sungai Barito seperti Pasar Terapung, Museum Wasaka, Kampung Sasirangan, rumah lanting, industri jukung tradisional di Pulau Sewangi juga habitat hewan bekantan di Pulau Curiak.
Baca juga: Wisata Minat Khusus Alam Liar Pulau Curiak di Geopark Meratus Terus Berkembang
Foto: Wisatawan yang mengunjungi lokasi angkutan batubara di Sungai Barito, Kalsel (Dok. MI)
"Ada sambung kait mengapa pemandangan tongkang batubara ditetapkan sebagai situs geopark Meratus. Yaitu bagian dari cerita perjalanan geologi mulai dari tambang batubara tertua di Indonesia Oranje Nassau, bentang alam susunan dan lapisan bebatuan formasi Tanjung yang terbentuk ratusan juta tahun lalu, hingga rute perjalanan batubara itu sendiri," tutur Tenaga Ahli Badan Pengelola Geopark Meratus, Nur Arief Nugroho.
Ini menjadi bagian dari fungsi edukasi Geopark Nasional Pegunungan Meratus yang tengah diusulkan menjadi Unesco Global Geopark.
Baca juga: Oranje Nassau, Situs Pertambangan Batubara Tertua Peninggalan Belanda
Ada dua rute angkutan komoditas penopang utama ekonomi Kalsel ini yaitu melalui terminal khusus batubara di perairan laut meliputi Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru serta jalur Sungai Barito, yang mengangkut batubara dari sejumlah daerah hulu sungai meliputi Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Balangan dan Tabalong.
Dua pertiga produksi batubara Kalsel ini diangkut melalui Sungai Barito. Data PT Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers) tercatat jumlah batubara yang diangkut melalui Sungai Barito mencapai lebih 100 juta ton dengan jumlah kapal tongkang mencapai 11.000 unit pertahunnya.
Batubara yang diangkut melalui jalur sungai ini kemudian dialihkan (loading) ke kapal besar mother vessel di perairan Tabunio, Tanah Laut untuk keperluan ekspor. Sebagian lainnya berlayar langsung untuk memasok kebutuhan PLN dan industri lain di Pulau Jawa.
Meski di satu sisi eksploitasi sumber daya alam batubara yang gencar dilakukan sejak dua dekade terakhir ini telah memberikan dampak pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain juga mendapat sorotan banyak pihak terkait dampak kerusakan lingkungan. Mulai dari lokasi tambang hingga rute transportasi termasuk Sungai Barito.
(Z-9)
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter BK 117-D3 di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.
Seluruh jenazah korban Helikopter Tipe BK117-D3 diperkirakan akan tiba di RS Bayangkara Banjarmasin pada Kamis (4/9) malam, untuk diidentifikasi.
TIM Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan memperluas lokasi operasi pencarian helikopter BK 117-D3 yang diperkirakan jatuh di kawasan hutan Pegunungan Meratus.
Helikopter bernomor seri BK 117-D3 mengalami hilang kontak dengan perkiraan lokasi berada di kawasan hutan Pegunungan Meratus, Senin (1/9), sekitar pukul 12.00 Wita.
Kawasan hutan lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan seluas 119 ribu hektare akan ditetapkan sebagai Taman Nasional Pegunungan Meratus.
MASYARAKAT adat di pegunungan Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan penolakan terhadap kebijakan perdagangan karbon yang dikampanyekan pemerintah.
Lebih lanjut, dia mengatakan baik Mulyono maupun Venasius Genggor kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengajuan restitusi pajak.
GAGASAN gentengisasi yang dilontarkan Presiden RI Prabowo mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan.
Pembangunan kanal yang tidak memperhatikan lapisan pirit memicu oksidasi yang menghasilkan asam sulfat.
Selain Mulyono, KPK juga mengamankan satu petugas pajak serta satu pihak swasta. Pihak swasta tersebut merupakan wajib pajak dari PT BKB.
OTT tersebut merupakan yang keempat bagi KPK selama 2026, dan yang kedua secara khusus di lingkungan KPP pada tahun ini.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved