Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem mulai dari hujan ringan-lebat disertai petir dan angin kencang melanda daerah di Jawa Tengah berpotensi terjadi hingga Kamis (30/11). Sejumlah daerah rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung kembali diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pemantauan Media Indonesia, Rabu (29/11), sejak pagi cuaca mendung dengan awan tebal sudah menyelimuti beberapa daerah di Pantura Jawa Tengah, hujan dengan intensitas ringan-lebat diperkirakan akan turun sejak siang hingga dini hari.
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Ahmad Yani Semarang Arif N mengatakan berdasarkan data stelit cuaca hujan dengan intensitas sedang akan terjadi di Cilacap, Kebumen, Purworejo, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Rembang, Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Surakarta, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Baca juga: Presiden Minta BNPB dan BPBD Waspada Bencana saat Musim Hujan
Sedangkan hujan lebat, menurut Arif N, diperkirakan mengguyur Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Ungaran, Temanggung, Kajen, Salatiga, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa. "BMKG kembali mengingatkan agar waspada terhadap bencana hidrometeorologi," imbuhnya.
Sementara itu mengantisipasi datangnya bencana sebagai akibat curah hujan yang cukup tinggi, beberapa pemerintah daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin puting beliung di Jawa Tengah seperti Semarang, Demak, Kudus, Pati, dan Grobogan kembali Meningkatkan kesiagaannya.
Baca juga: Jateng Selatan Terancam Cuaca Ekstrem hingga 30 November
"Kita tingkatkan kewaspadaan bencana dengan menyiagakan sumber daya manusia, sarana prasarana penanganan bencana termasuk logistik," kata Kepala Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetyo.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih bahwa menggadapi bencana yang mulai timbul terutama di wilayah rawan di Klambu, maka kesiagaan kebencanaan ditingkatkan, hal ini untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa meskipun hingga saat ini belum terlalu berat.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu secara terpisah usai meninjau kawasan banjir di Genuk dan Kaligawe mengatakan penyebab terulangnya banjir hingga merendam perkampungan, sekolah dan jalur Pantura Semarang-Demak karena pompa air di rumah pompa Kali Sringin tidak berjalan maksimal akibat rusak.
Selain itu banyaknya sendimentasi serta tanaman liar menutup anak Sungai Tenggang menjadikan aliran air tidak lancar. "Saya geram karena masalah ini sudah dikoordinasikan dan diintruksikan agar segera diatasi, tapi sampai kemarin masih terjadi," ujar Hevearita.
Namun melihat kondisi anak sungai tersebut, lanjut Hevearita, dapat dimaklumi pengerukan sungai tidak dapat dilakukan menggunakan alat berat dan hanya bisa secara manual, karena lokasi mepet dengan jalur rel kereta api yang banyak aliran listrik dan komunikasi. (Z-3)
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 23 Maret 2026, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 22 daerah dan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter berlangsung di perairan utara Jawa Tengah
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Kombinasi suhu dan kelembapan tersebut menyebabkan suhu yang dirasakan masyarakat bisa lebih tinggi dari angka sebenarnya.
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca NTT 22-24 Maret 2026. Sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
TIM Gegana dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah atau Jateng melaksanakan kegiatan disposal atau pemusnahan bahan peledak di wilayah Semarang, Minggu (22/3).
PUNCAK arus balik lebaran 2026 diprediksi akan tejadi besok 24 Maret 2026. Adapun arus balik mulai meningkat di sejumlah ruas jalur mudik di Jawa Tengah Senin (23/3),
Perayaan malam takbiran Idulfitri 1447 H di Jawa Tengah berlangsung kondusif dengan 55 titik kegiatan aman. Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bus Trans Jateng dengan tarif Mata Uang Rupiah 4.000 untuk umum yang menjangkau beberapa titik wisata seperti Bandungan dan Baturraden.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik lebaran 2026.
Pada Senin (16/3) jumlah pemudik masuk ke Jawa Tengah melalui Jalan Tol Trans Jawa terus meningkat sejak Minggu (15/3), rata-rata setiap berkisar 1.400-1.900 kendaraan masuk ke Kota Semarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved