Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat Desa Wisata Edelweiss di Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tidak hanya tugas masyarakat sekitar. Pihak swasta dapat terlibat agar Desa Wisata Edelweiss terus bertahan sebagai kawasan wisata yang menarik bagi keluarga Indonesia.
Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat, mengatakan pihaknya telah memberikan dan menanam bibit edelweiss di Desa Wisata Edelweiss pada Selasa (19/9/2023). Ishak menambahkan, pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi di Kabupaten Pasuruan melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center di bawah Payung Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia termasuk di Desa Wisata Edelweiss.
Program ini sejalan dengan Falsafah Tiga Tangan yang mencerminkan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan terkait, termasuk masyarakat luas yang dilakukan melalui pemberdayaan UMKM dan warga Kabupaten Pasuruan.
“Kabupaten Pasuruan memiliki potensi yang besar bagi perekonomian daerah, khususnya untuk mengembangkan UMKM. Peran masyarakat, swasta, dan pemerintah yang bersinergi mendukung UMKM sangat penting untuk dapat mengembangkannya,” tutur Ishak dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu (20/9/2023).
Lebih jauh Ishak mengatakan, Desa Wisata Edelweiss masih terus menjaga kebudayaan serta sektor agribisnis yang menjadi semangat dalam mempertahankan kebudayaan serta daya tarik wisata yang menyenangkan bagi keluarga Indonesia.
Ketua Kelompok Tani Hulunhayang, Teguh Wibowo menuturkan, bantuan bibit dari Sampoerna kini menambah koleksi yang ada menjadi sebanyak 876 tanaman Edelweiss. “Bibit yang baru ditanam ini akan kita panen dua tahun ke depan. Selanjutnya tiap 4-5 bulan lagi bisa kembali dipanen,” tutur Teguh
Tidak berhenti sampai di situ, Sampoerna juga melatih warga sekitar untuk mengelola tempat wisata yang mengedepankan zero waste demi mewujudkan pelestarian lingkungan. Fasilitator pelatihan dari Waste4Change, Khairunnisa Yusmalina Humaam, menuturkan pengelola wisata di Desa Wisata Edelweiss juga mendapatkan pelatihan pengelolaan sampah dari Waste4Change.
Organisasi yang bergerak dalam pengelolaan sampah bertanggung jawab itu mengajari cara memilah sampah di kafe, tempat wisata, maupun rumah makan dengan memakai alat peraga. “Di dapur warung atau kafe akan berbeda kalau kita bisa memilah sampah. Termasuk juga dapur tidak berbau kalau kita bisa cerdas dalam memilahnya,” cetus Khairunnisa.
Desa Edelweiss merupakan bagian dari potensi wisata Bromo yang menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan Indonesia. Bahkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparenkraf) baru-baru ini telah menganugerahi Desa Wisata Edelweiss dengan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). (RO/A-3)
Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan dan non-kehutanan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terkait pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam
Muslimat NU dan Kementerian Lingkungan Hidup RI menandatangani MoU untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat melalui program Mustika Darling.
Kementerian LH memberikan tenggat waktu selama enam bulan bagi seluruh pengelola rest area di jalur tol untuk segera menyediakan unit pengolahan sampah mandiri yang mumpuni.
Seorang guru, Beryl Hamdi Rayhan, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendorong pendidikan lingkungan hidup menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum nasional.
Penghijauan wilayah pesisir menjadi langkah penting untuk menahan laju abrasi, memperkuat ekosistem pesisir, dan melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim.
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
PENGEMBANGAN desa wisata kini tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan.
"Desa wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan tetapi juga memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal,"
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan promo spektakuler untuk tiket masuk Desa Bakti BCA melalui fitur Lifestyle di aplikasi myBCA.
Para pengelola desa wisata ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2025, Selasa (16/12) di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved