Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai mendominasi karhutla di Sumatra Selatan. Kebakaran bahkan, semakin meluas karena lahan di OKI didominasi dengan rawa gambut.
Saat ini kebakaran lahan sudah terjadi di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, OKI. Di area ini merupakan salah satu lokasi kubah gambut yang cukup dalam, dan apabila terbakar maka akan sangat sulit dipadamkan.
"Kami sekarang menempatkan tiga regu personil Manggala Agni di Desa Jungkal. Bahkan, tim mendirikan posko dan tenda istirahat di dekat lokasi lahan terbakar itu," kata Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPIKHL) Wilayah Sumatra, Ferdian Kristanto, Selasa (19/9).
Baca juga : Sanksi Menanti Pemilik Lahan Tidur Pemicu Karhutla
Ia mengatakan, kebakaran di Desa Jungkal ini sudah terjadi sejak dua hari belakang. Bukan hanya rawa gambut biasa, namun ada kubah gambut di lokasi tersebut.
"Kami memaksimalkan tim disana untuk memadamkan kebakaran lahan dari darat. Kami mendapat bantuan dari perusahaan sekitar, dan juga masyarakat. Kami juga dibantu BPBD, TNI dan Polri. Fokus kami ada pada pemadaman, karena di Desa Jungkal ini cukup mengkuatirkan, disini ada kubah gambut dalam. Jadi saya pun sudah meminta untuk personil Manggala Agni di lapangan agar memprioritaskan pemadaman disini," jelasnya.
Baca juga : 130 Santri di Ogan Ilir Dipulangkan dari Pesantren akibat Karhutla
Bahkan saat ini kubah gambut sudah mulai terbakar. Namun untuk estimasi kedalamannya, belum bisa dipastikan tim di lapangan.
"Karena masih terbakar, maka kami utamakan pemadaman dulu. Setelah padam baru bisa dicek kedalaman gambut yang sudah terbakar," ucapnya.
Diakui Ferdian, berbagai tantangan besar dialami tim di lapangan. Mulai dari lokasi yang aksesnya sulit dijangkau, kencangnya angin sehingga kebakaran makin meluas.
"Untuk air sebenarnya masih mencukupi namun jarak sumber air ke lokasi terbakar cukup jauh. Tim butuh 10-15 selang air untuk bisa mencapai lokasi terbakar, sementara per 1 selang itu panjangnya sekitar 20 meter," bebernya.
Karena itu, pemadaman di Desa Jungkal cukup tergantung pada helikopter waterboombing. "Pemadaman karhutla ini dilakukan lebih maksimal. Karenanya kami terus berkoordinasi dengan satgas untuk upaya-upaya ini," jelasnya.
Selain di Desa Jungkal, tim Manggala Agni juga sedang fokus pemadaman di Deling dan Sepucuk di OKI, Sungai Rengit di Banyuasin, serta di Timbangan di Ogan Ilir.
Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumsel Brigjen Pol M Zulkarnain mengatakan pihaknya mengirimkan ratusan personil untuk ikut membantu mengatasi karhutla di OKI dan Ogan Ilir.
"Kami menambah sebanyak 126 personil untuk bertugas mengatasi karhutla. Sebelumnya sudah ada 325 personil yang sudah diturunkan ke lokasi pemadaman karhutla," jelasnya.
Ia menambahkan ratusan personil tersebut akan beroperasi selama sepekan ke depan. "Kami melihat situasi jika memungkinkan dalam waktu sepekan karhutla bisa diatasi. Namun apabila situasi di lapangan tidak memungkinkan maka personil akan kembali ditambah," kata dia.
Ia menambahkan personil yang dikerahkan dibekali dengan alat yang memadai mulai dari mobil AWC, beberapa unit mobil pemadam kebakaran, pompa air, hingga tangki air. Personel yang diturunkan ke kabupaten rentan karhutla itu juga bertujuan untuk membantu masyarakat melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla baik lahan pertanian atau perkebunan di sekitar kawasan desa atau pemukiman masyarakat.
Zulkarnain berharap para personil terus menjaga kondisi kesehatan sehingga mampu bekerja maksimal dan karhutla bisa segera diatasi. "Karhutla ini harus diakhiri agar kabut asap yang terjadi akibat karhutla bisa hilang dan potensi penyakit pernapasan yang ditimbulkan akibat kabut asap tak ada lagi," pungkasnya. (Z-4)
Petugas Damkar Jakarta Utara padamkan kebakaran bak air PAM Jaya di Pluit akibat pengelasan filter air. Api berhasil dikendalikan dalam 30 menit.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved