Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Susuk merupakan film horor yang tayang perdana di seluruh bioskop yang ada di Indonesia mulai Kamis (31/8). Di Kota Tegal, film Susuk ini diputar perdana di Cultural Great Vital (CGV) Transmart. Film Susuk tentang perjalanan Laras seorang PSK yang hidupnya berada di titik terendah.
Dia merindukan perubahan, terutama dalam hubungannya dengan adiknya, Ayu. Namun, nasib berkata lain saat sebuah kecelakaan mengerikan mengubah hidup Laras secara drastis. Kecelakaan tersebut tidak hanya mengancam nyawa Laras, tetapi juga mengantarkannya pada pengalaman yang tak terbayangkan.
Laras tampaknya ditolak oleh kematian dan terperangkap dalam batas antara hidup dan mati. Tubuhnya terus berfungsi, tetapi ironisnya, ia mulai mengalami kebusukan seperti mayat hidup.
Beruntung, Laras tidak sendirian dalam perjuangannya. Ayu, sang adik, bersama Arman, teman Laras yang setia, berusaha mencari cara untuk menyelamatkan saudarinya dari takdir mengerikan ini.
baca juga:Film 50 Tahun Kerja Sama Indonesia-Korea Selatan, Kim Bum dan Maudy Ayunda jadi Pemeran
Langkah pertama mereka adalah mencari bantuan dari Damar, seorang kepala desa yang pernah memberikan pertolongan kepada Laras dan Ayu setelah kehilangan orang tua mereka. Kisah mereka semakin kompleks saat mereka bertemu dengan Ustaz Rahmat, seorang pemuka agama yang memiliki pengetahuan tentang efek-efek misterius dari susuk yang semakin merusak tubuh Laras.
Pemeran film horor Susuk ada;ah Ersya Aurelia sebagai Ayu dan Jourdy Pranata sebagai Arman. Jourdy Pranata dan Ersya Aurelia bercerita, banyak pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan setelah bermain film Susuk.
Dari film ini bukan untuk mengajarkan cara memakai susuk, tetapi memberitahu dampak negatifnya. "Banyak juga lelahnya, jam tidur kita jadi terbalik karena banyak sif malam. Tapi semua fun," ujar Jourdy.
Pada kesempatan itu, Jourdy dan Ersya membagikan, pengalaman aneh itu saat sedang syuting untuk bagian akhir film, di area kuburan. Lokasinya memang kuburan dan sering digunakan untuk tapa dengan sesajen. Tetapi tiba-tiba ada hujan badai dengan angin dingin dan tidak berhenti-henti, padahal di ramalan cuacanya cerah.
"Akhirnya syuting harus di-cut dulu balik ke hotel, karena hanya area itu yang hujan. Setelah kita instropeksi diri, pas balik hujan sudah berhenti," ungkapnya.
Jourdy dan Ersya mengatakan, waktu yang dihabiskan untuk syuting memakan waktu 21 hari. Lokasi syuting semua berada d Yogyakarta dan Gunung Kidul, tapi enggan menyebut di desa mana. (N-1)
Film ini biasanya menampilkan unsur menyeramkan seperti makhluk gaib, misteri, suasana gelap, atau kejadian menegangkan.
Luna Maya kembali berperan di film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bersama Reza Rahadian. Tahun 2026, ini menjadi satu-satunya film Luna yang dijadwalkan tayang pada lebaran.
Reza Rahadian akhirnya kembali lewat film horor, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Tujuan utama film horor bukan hanya menakut-nakuti, tetapi juga membangun emosi, adrenalin, dan rasa penasaran penonton. Beberapa film horor juga menyelipkan pesan moral, budaya
PERSPEKTIF berbeda dari kisah tentang makhluk Mistis Kuyang dihadirkan dalam film drama-horor terbaru berjudul ‘Kuyank’. Film Kuyank dijadwalkan tayang pada 29 Januari.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved