Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERINGAN di Jawa Tengah kian meluas dari sebelumnya sekitar 300 desa di 22 daerah yang terdampak, kini mencapai 700 desa di 107 kecamatan tersebar di 27 kabupaten dan kota. Selain kekurangan air bersih, warga menjadi sulit bertani.
Kondisi menyedihkan itu paling terasa di sepanjang jalur pantura. Sungai dan saluran irigasi mengering, sehingga ribuan hektare lahan sawah dari mulai Demak-Rembang tampak kering kerontang dan tidak terlihat petani beraktivitas.
Sementara itu di permukiman, kondisi lebih mengenaskan karena warga kesulitan air bersih, bahkan sebagian terpaksa menggali dasar sungai yang telah mengering hanya untuk mendapatkan satu atau dua ember air dengan kualitas yang rendah.
Baca juga: Kekeringan di Kalsel Semakin Meluas
"Sudah keluar air tapi sedikit keruh dan terasa agak asin," ujar Maryono, warga Karanganyar, Demak.
Warga Batangan, Pati, Mustofa, mengatakan sudah empat bulan tidak turun hujan di lingkungan tempat tinggalnya. Sebagian petani mencoba menanam palawija dengan mengandalkan sumber air dari sumur bor tetapi bagi petani yang kurang mampu, tidak bisa membuat sumur sehingga pasrah.
Baca juga: Petani Tasikmalaya Gagal Panen, Stok Gabah Kering Kosong
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Bergas C Penanggungan secara terpisah mengatakan bulan ini diperkirakan puncak kemarau. Diharapkan pada September mendatang sudah turun hujan di beberapa wilayah, sehingga kekeringan terjadi saat ini tidak semakin meluas. "Sudah belasan juta liter air kita gelontorkan untuk warga di pedesaan yang alami krisis air bersih," imbuhnya.
"Kita minta warga bersabar, karena antrean permintaan air bersih cukup panjang dan ada keterbatasan sarana dan prasarana pendistribusian," ujar Bergas.
Bergas mengusulkan pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di setiap daerah sebagai mitra pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, pemerintah dan masyarakat agar mempercepat penanggulangan. (Z-6)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved