Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
LAHAN seluas 10 hektaredi Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir yang terbakar sudah berhasil dipadamkan. Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatra Ferdian Kristianto mengatakan, kebakaran terjadi sejak Minggu (27/8).
"Setelah mendapati adanya informasi kebakaran lahan di Desa Tanjung Seteko, personil Manggala Agni bersama BPBD Ogan Ilir dan TNI/Polri langsung berupaya memadamkan api. Dan alhamdulillah saat ini api sudah padam," kata dia, Senin (28/8).
Meski api sudah padam, tim di lapangan masih berupaya melakukan pendinginan di lokasi tersebut. Patroli juga dilakukan memastikan api tak lagi timbul.
Baca juga: Karhutla di Kalsel dan Kalteng Masih Terjadi, Pemadaman belum Berhasil Dilakukan
"Kebakaran lahan luasannya sekitar 10 hektare. Tim darat sampai tadi malam memadamkan api di lokasi tersebut. Beruntung lokasi yang terbakar adalah lahan mineral, sehingga pemadaman api difokuskan pada permukaan yang merupakan area tanaman gelam milik masyarakat yang tidak dimanfaatkan," jelasnya.
Tak hanya di Desa Tanjung Seteko, personil Manggala Agni juga berhasil memadamkan kebakaran lahan seluas satu hektare di Dusun 8 Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.
Baca juga: Kesulitan Air Bersih dan Karhutla Melanda Pantura Barat Jateng
"Pemadaman bisa dilakukan dengan cepat karena akses menuju lokasi kebakaran bisa dengan berjalan kaki sekitar 500 meter," jelasnya.
Ia menerangkan lokasi kebakaran merupakan lahan tidur dengan vegetasi semak belukar dan tumbuhan resam, dengan jenis tanah bergambut. "Di dekat lokasi terbakar itu ada kanal yang masih terisi dengan air, sehingga mempermudah tim di lapangan untuk memadamkan kebakaran lahan. Kita memang harus bergerak cepat karena lokasi terbakar berada di lahan gambut," jelasnya.
Pihaknya pun telah melakukan mopping up dengan menyisir sisa-sisa potensi di lahan tersebut supaya padam total. (Z-3)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
KEPOLISIAN Daerah Jambi menyelidiki belasan ton bahan bakar minyak (BBM) diduga ilegal.
Mantan Kapolda Kalimantan Timur ini merujuk pada Pasal 34 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) yang mengatur tentang alasan pembenar.
Ia menegaskan pembelaan tidak hanya melindungi keanggotaan tubuh ataupun nyawa, melainkan barang milik pribadi masuk pada kategori pembelaan terpaksa tersebut.
Terhentinya pasokan batu bara secara mendadak menyebabkan stok di pembangkit menipis dan menempatkan sistem kelistrikan dalam kondisi siaga.
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved