Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN kepala keluarga yang terdampak gempa bumi 5,3 magnitudo di Desa Lembantongoa dan Desa Kamarora B, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, masih mengungsi, Senin (7/8).
Mereka terpaksa membangun tenda darurat di tempat aman karena trauma dengan gempabumi susulan yang terus terjadi.
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DKIPS) merilis hingga kini Sigi masih diguncang gempabumi susulan.
Baca juga : Gempa 5,4 SR Guncang Tiongkok, Puluhan Orang Terluka dan Sejumlah Bangunan Runtuh
Berdasarkan data yang masuk di DKIPS hingga pukul 12.00 WITA, khusus di Lembantongoa dan Kamarora B sudah diguncang gempa bumi sebanyak 48 kali.
"Meski dengan magnitudo kecil, namun berulang sampai 48 kali membuat warga trauma juga," kata Kepala DKIPS Sulteng, Sudaryano Lamangkona di Palu.
Baca juga : Bangkalan Diguncang Gempa M 5,5, Tidak Berpotensi Tsunami
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Akris Fattah menjelaskan, saat ini ada 313 kepala keluarga dari 1.200 jiwa yang terdampak gempa bumi di Lembantongoa dan Kamarora B mengungsi.
"Dengan rincian 143 KK mengungsi di Lembantongoa dan 170 KK mengungsi di Kamarora B," ungkapnya, terpisah.
Menurut Akris, akibat gempabumi berkekuatan 5,3 magnitudo yang disusul 48 kali gempa bumi lanjutan dengan magnitudo kecil mengakibatkan 10 rumah warga di Lembangtongoa rusak ringan dan rusak sedang.
"Dan tiga rumah lainnya di Lembantongoa rusak berat sehingga tidak bisa dihuni lagi," tegasnya.
Sedangkan di Kamarora B, lanjut Akris, terdapat 63 rumah terdampak. Kondisinya, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga rusak berat. "Untuk rusak berat ada dua rumah yang tidak bisa lagi ditinggali," papanya.
Akris memastikan tidak ada korban luka atau pun korban jiwa dalam peristiwa ini. Pun demikian, warga di Lembantongoa dan Kamarora B masih trauma sehingga mereka masih memilih mengungsi di tempat aman.
"Saat ini BPBD bersama pihak terkait sudah berada di lokasi untuk melakukan penanggulangan terhadap seluruh pengungsi," tandasnya.
Gempa bumi yang melanda Lembantongoa dan Kamarora B terjadi sekira pukul 10.45 WITA dengan kekuatan guncangan terbesar 5,3 magnitudo.
Setelah guncangan tersebut, gempa bumi susulan terus terjadi hingga siang ini berjumlah 48 kali. (Z-5)
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Kelompok Kerja Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia (Pokja SOLUSI) Sulawesi Tengah menggelar konsultasi publik.
Filosofi siaga sebelum bencana harus menjadi budaya kerja sekaligus budaya hidup
ATLET asal Sulawesi Tengah, Brigpol Akyko Micheel Kapito, dipastikan memperkuat tim nasional Teqball Indonesia pada Sea Games Thailand 2025.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mendorong para dokter umum di Sulteng melanjutkan pendidikan dokter spesialis melalui Program Beasiswa Berani Cerdas.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved