Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Klaten, Jawa Tengah, Sri Mulyani mengajak masyarakat mengembangkan potensi desa dan menjadikan produk unggulan. Pengembangan potensi desa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Hal itu disampaikan Bupati Sri Mulyani saat melakukan sambang warga di
Desa Japanan, Kecamatan Cawas, Klaten, Kamis (20/7). Sambang warga ini
adalah dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.
Potensi Desa Japanan, terutama sektor pertanian dengan produk padi
Rojolele Srinuk. Padi yang juga merupakan unggulan Kabupaten Klaten ini
telah memiliki hak perlidungan varietas tanaman (PVT).
Selain sektor pertanian, kata Sri Mulyani, Desa Japanan pun dikenal
sebagai gudang kesenian gejog lesung. Seni tradisional warisan leluhur
ini pun telah mengantongi HAKI dari Kemenkumham RI.
"Klaten telah memiliki hak PVT atas pengembangan padi Rojolele
Srinuk, dan HAKI untuk seni gejog lesung. Maka, saya mengajak masyarakat turut mengembangkan potensi desa," imbuhnya.
Dia mengapresiasi warga Desa Japanan yang masih mempertahankan kuliner lokal lepet legondo dan minuman wedang tahu dari sari jahe yang dipadu dengan kembang tahu. "Saya mendapat laporan, bahwa lepet legondo dan wedang tahu Desa Japanan diminati masyarakat dari luar Klaten. Kuliner ini merupakan potensi yang luar biasa dan bernilai ekonomi tinggi."
Kegiatan sambang warga Bupati Klaten merupakan salah satu sarana
komunikasi efektif pimpinan daerah dalam rangka menyerap aspirasi
masyarakat desa secara langsung. (N-2)
pemberdayaan desa melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan program Desa Sejahtera
Antusiasme kepala daerah dalam pembentukan Posbankum sangat tinggi.
Pemkab Bekasi mengeklaim telah melakukan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur SPPG.
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada desa-desa yang sukses menyajikan pengalaman autentik sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di tingkat lokal.
Kapasitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran masih jauh dari standar akuntabilitas yang dibutuhkan.
DIREKTORAT Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya komitmen yang kuat untuk menyelesaikan batas desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved