Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
TERNAK yang mati karena penyakit sebaiknya segera dikuburkan. Yang dikhawatirkan adalah mati karena suatu penyakit zoonosis atau penyakit hewan yang dapat menular pada manusia. Hewan yang mati karena antraks, penguburannya pun harus dilakukan secara khusus.
Tidak boleh disembelih. Jika disembelih, dipastikan akan menyebarkan antraks di sepanjang ceceran darahnya. Bahkan, tanah yang terinjak untuk menyeret bangkai pun berpotensi tertempel spora antraks.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni mengungkapkan, ternak yang mati karena antraks, selain tidak boleh disembelih, penguburannya pun harus menggunakan cara khusus.
Baca juga: Sudah Ada di Indonesia Sejak 1884, Antraks Tidak Mudah Dimusnahkan
“Tanah untuk mengubur, dibuat cukup dalam. Sekitar 3 atau 4 meter,” katanya.
Tak cukup itu, tanah yang tadinya dilewati untuk menyeret bangkai ternak, kemudian dikeruk dan dimasukkan ke lubang galian.
Baca juga: Penetapan KLB Antraks belum Dilakukan Daerah
“Bangkai ternak itu harus dibakar sampai menjadi abu,” katanya.
Setelah menjadi abu, tidak bisa langsung ditimbun. Namun, harus dicor semen agar tidak bocor. Baru kemudian ditimbun.
Lokasi yang digunakan untuk menimbun abu dan sudah disemen pun harus steril dari kegiatan.
“Tidak boleh dibongkar lagi untuk keperluan apa pun,” katanya.
Spora antraks tersebut, mampu bertahan hingga puluhan tahun. Sehingga ketika dibongkar dikhawatirkan spora yang masih ada dikhawatirkan akan kembali menyebar.
Dosen Fakultas Peternakan UGM Nanung Danar Dono berharap bila perlu pemerintah kemudian membeli tanah yang digunakan untuk mengubur abu atau bangkai ternak yang mati karena antraks tersebut.
Harapannya, dengan menjadi milik pemerintah, tidak akan ada lagi yang membongkar.
“Kalau perlu dipasangi semacam tulisan yang memperingatkan jika lokasi tersebut terdapat bangkai atau abu ternak yang mati karena antraks dan siapa pun tidak boleh membongkarnya,” kata Nanung.
Menurut Nanung, di salah satu negara di Afrika pernah terjadi, antraks muncul kembali di sebuah desa, meski dalam catatan, antraks di lokasi tersebut pernah terjadi 250 tahun sebelumnya. Artinya, dimungkinkan spora tersebut dapat bertahan hingga ratusan tahun.
Antraks pada ternak di Indonesia tercatat pertama terjadi di Teluk Betung, Lampung yang diduga menjangkiti kerbau. Dalam perkembangannya, antraks terus menyebar. Sementara di Gunungkidul sendiri pernah terjadi kasus antraks pada 2020, 2021, dan 2022 serta terakhir Juni - Juli 2023 ini. (AU/Z-7)
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Komisi IV DPR RI mendorong penguatan sarana dan prasarana laboratorium berstandar internasional, pemenuhan alat identifikasi penyakit PMK.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menerima sebanyak 19.500 dosis alokasi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat pada Januari 2026.
AFFA menggelar aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, menyerukan agar perusahaan hotel mewah Plataran Group segera berkomitmen terhadap kebijakan telur bebas sangkar.
HINGGA bulan Mei 2025, Wabah Virus mematikan African Swine Fever (ASF), telah menewaskan 1569 ekor hewan ternak babi milik warga Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemprov Jatim menyiapkan 2.598 orang petugas pemeriksa kesehatan hewan ternak kurban baik pemeriksaan sebelum pemotongan dan pemeriksaan sesudah.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
INDONESIA masih dihantui oleh ekonomi bayangan. Ekonomi bayangan (Shadow economy) digambarkan sebagai keseluruhan aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
SOSIOLOG UGM Andreas Budi Widyanta, atau kerap disapa AB, menyoroti keputusan ulah pati (bunuh diri) pada anak SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang terjadi pada 29 Januari 2026 lalu.
SEKRETARIS Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM Sigit Priyanto, Rabu menegaskan, tahun 2026 ini, UGM akan menerima 10.000 mahasiswa baru baik jenang Sarjana (S1), Sarjana Terapan (D-4).
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Tantangan bagi Indonesia ke depan adalah membangun kapasitas agar tetap memiliki kedaulatan politik dan ekonomi di tengah Asia Timur yang semakin terpolarisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved