Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi mengatakan yang bisa menetapkan kejadian luar biasa (KLB) termasuk penyakit antraks yakni daerah dalam hal ini Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
"KLB itu ditetapkan daerah. Kami sudah sampaikan kewaspadaan ke Provinsi Yogyakarta merupakan daerah endemis," kata Imran saat dihubungi, Jumat (7/7).
Dalam Pasal 6 Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15-1/Menkes/Per/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan disebutkan bahwa untuk mencapai KLB salah satu syaratnya adalah jumlah penderita dalam satu bulan naik 2 kali lipat dan kriteria lainnya.
Baca juga: Dinas Kesehatan Gunungkidul Minta Penetapan Status KLB Antraks
"Saat ini Kemenkes sudah kirimkan surat kewaspadaan ke dinas kesehatan dan semua fasilitas kesehatan di Yogyakarta dan sekitarnya terkait kewaspadaan penyebaran penyakit antraks," ujarnya.
Upaya yang dilakukan yakni peningkatan surveilans, persiapan logistik dan obat di daerah dan pusat. Meningkatkan edukasi ke masyarakat dan memperkuat koordinasi dengan sektor hewan di Kementerian Pertanian dalam prinsip one health.
Baca juga: 140 Ribu Lebih Sapi di Gunungkidul Rentan Antraks
Dihubungi terpisah Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menekankan bahaya antraks fatalitasnya cukup tinggi dan spora antraks bisa hidup hingga 40 tahun.
"Karena ini penyakit dari hewan ke manusia fatalitas yang tinggi terutama kalau terhirup maka fatalitasnya >95%. Belum ada obat spesifik dan vaksin untuk manusia kita belum dapat mengeliminasi penyakit tapi bisa di kendalikan," ungkap Nadia.
Spora/sel antraks bisa bertahan 40 tahun sehingga penting pastikan hewan ternak sehat, tidak meliarkan mencari makan hewan ternak, berikan vaksinasi, bersihkan kandang dengan desinfektan rutin.
"Jangan membeli daging hewan mati atau sakit atau yang harga murah dari pasaran, selalu membeli daging atau produk lainnya dari rumah potong hewan (RPH) resmi, masak daging sampai betul matang," pungkasnya. (Iam/Z-7)
DUA ternak di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mati dan diduga terjangkit antraks.
Daerah Istimewa Yogyakarta terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat utamanya kalangan peternak dan menggencarkan vaksinasi ternak.
Tim Ditjen PKH melakukan disinfeksi kandang dan lingkungan, penyuntikan antibiotik profilaksis, serta pemberian obat dan vitamin kepada ternak yang berada di zona merah.
Untuk memperkuat respons lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul juga akan menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati tentang kewaspadaan terhadap antraks.
Kementan bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunung Kidul secara cepat menangani kasus antraks yang menyerang hewan ternak di tiga kelurahan di Gunung Kidul.
Kasus ini muncul di Kalurahan Tileng, Kecamatan Girisubo dan Kalurahan Bohol, Kapanewon Rongkop.
Kemenkes ungkap data mengejutkan: 1,8% dari 18,6 juta orang alami gangguan telinga. Simak urgensi Hari Pendengaran Sedunia 2026 bagi tumbuh kembang anak.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Penemuan kasus suspek campak pada tahun 2025 meningkat signifikan, yakni 147 persen dibandingkan tahun 2024, sehingga penguatan sistem kewaspadaan dini menjadi prioritas utama.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dalam memilih menu berbuka puasa selama bulan Ramadan 2026.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
kemenkes merespons notifikasi dari otoritas kesehatan australia terkait temuan kasus campak wna dengan riwayat perjalanan dari Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved