Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Erick Thohir terus mencuat untuk mendampingi para calon presiden yang sudah muncul lebih dulu.
Penilaian baik bagi Menteri BUMN yang juga Ketua Umum PSSI itu dilontarkan sejumlah pengamat, pakar dan politikus.
Yang terbaru, Amir Faisal, pengamat politik Perfekto untuk Indonesia menilai Erick mampu mengeratkan koalisi partai pengusung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Ia mengatakan hal ini lantaran hingga saat ini pemimpin andalan dan kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut tidak terikat dengan partai politik manapun.
“Erick Thohir berasal dari kalangan profesional, sehingga mempermudah dalam mempererat dan merawat partai koalisi nantinya,” terang Amir, Kamis (27/4).
Merujuk kepada konstitusi Indonesia saat ini, pengusungan capres dan cawapres saat ini membutuhkan presidential threshold minimal 20% dari jumlah kursi di DPR. Merujuk kepada jumlah kursi di DPR saat ini, hanya PDI Perjuangan saja yang mampu mengusung capres sekaligus cawapres.
Sementara partai lainnya perlu berkoalisi dengan partai lain agar bisa mengusung capres ataupun cawapres. Berkaca kepada sejarah Pilpres Indonesia, satu partai politik yang berkuasa pun akan susah untuk menang tanpa berkoalisi.
Dengan ini, koalisi bersama partai lain menjadi syarat tidak terulis agar partai politik bisa memperoleh kemenangan di dalam pilpres. Karenanya di Pilpres 2024 mendatang partai–partai akan membuat koalisi untuk menjadi pemenang.
Pemersatu
Berdasarkan hal tersebut sosok pengerat dan pemersatu koalisi menjadi penting untuk diusung. Hal ini bertujuan agar sosok yang diusung dapat mempersatukan kepentingan dari berbagai parpol jika terpilih menjadi pemimpin selanjutnya.
Karena itu, sosok independen dan profesional seperti Erick Thohir menjadi penting untuk dipertimbangkan menjadi pendamping capres yang berlaga. Terbukti eks Presiden Inter Milan ini memiliki pengalaman dalam menyatukan dan mengeratkan hubungan partai koalisi di Pilpres 2019 lalu sebagai Ketua TKN Jokowi–Ma’ruf.
Amir Faisal mengatakan walaupun merupakan sosok yang independen, Erick Thohir memiliki elektabilitas sebagai cawapres yang bisa menopang capres di Pilpres 2024. Bahkan, elektabilitas orang nomor satu di Kementerian BUMN ini dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan sebesar 4% hingga 5% dari hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI).
Berdasarkan hasil survei terbaru dari IPI, Erick Thohir memiliki elektabilitas sebagai cawapres sebesar 11,8%. Angka elektabilitas tersebut membuat Erick Thohir bersaing di tiga teratas bersama Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno.
“Paling penting adalah elektabilitas Erick Thohir yang semakin menguat,” pungkas Amir Faisal. (N-2)
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
ANGGOTA Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera mengapresiasi putusan MK yang menghapus ambang batas presiden (presidential threshold)
MAJELIS hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta akan membacakan putusan soal gugatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kamis (10/10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved