Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPUCUK bunga bangkai ditemukan tumbuh di pemukiman penduduk Jalan Padang Selasa, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Bunga bangkai tersebut menarik perhatian warga setempat. .
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Ujang Wisnu Barata di Palembang, Senin, mengatakan petugas sudah mengecek langsung laporan warga terkait penemuan bunga tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima dari lapangan, Ujang membenarkan tumbuhan itu teridentifikasi merupakan jenis bunga bangkai atau suweg.
"Bunga bernama latin Amorphophallus paeoniifolius ini berstatus tidak dilindungi," ujar Ujang.
Baca juga : Bunga Bangkai Setinggi 4 Meter Ditemukan di Agam
Berdasarkan hasil pengukuran, diketahui bunga tersebut memiliki tinggi total 77 centimeter, tinggi batang 21 centimeter, dan dengan diameter sebesar 60 centimeter. Kemudian, pada keliling bunga jantan berukuran 84 centimeter, tinggi bunga jantan 41 centimeter, dan keliling batang 13,5 centimeter.
Baca juga: Bunga Bangkai Koleksi KRC-BRIN Mekar Sempurna
Amorphophallus paeoniifolius merupakan anggota genus Amorphophallus dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum).
Di Indonesia, bunga berwarna merah marun dan hijau dengan tekstur daun halus ini dapat ditemukan di Pulau Sumatera, Sulawesi dan Jawa.
Bunga tersebut dinamai bunga bangkai karena pada waktu-waktu tertentu dirinya akan mengeluarkan bau bangkai.
"Atas tumbuhnya tanaman ini kami mengimbau biarkanlah tumbuh untuk menghiasi alam secantik dan seindah tumbuhan apapun," kata dia. (Z-8)
Perubahan jalur jelajah akibat bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor juga diduga kuat mengubah pola pergerakan serta habitat alami gajah.
Diduga akibat tersengat kawat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi. Saat ditemukan, belalai gajah masih dalam kondisi terlilit kawat listrik.
Menhut Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia sekaligus memastikan keberlanjutan habitat alaminya
Penertiban gabungan ini menyasar 10 titik pelanggaran di dalam kawasan hutan TWA Mega Mendung dan DAS Batang Anai.
Pelepasliaran juga dapat menambah populasi orangutan di habitat alaminya.
Upaya evakuasi puluhan ekor buaya yang masih ada di dalam kolam pun dipandang perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi tak terulang lepasnya kawanan satwa buas dilindungi tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved