Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPULUH hari menjelang datangnya bulan Ramadan 1444 H/2023, harga cabai rawit merah di pasar tradisional di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) mulai merangkak naik, untuk saat ini harga cabai merah tersebut sudah menyentuh harga Rp80 ribu per kilogram atau naik Rp30 ribu per
kilogram.
Pedagang di Pasar Sederhana Kota Bandung Rahmad (37) Minggu (12/3) mengatakan, sejak satu pekan yang lalu, cabai rawit merah ini masih diharga Rp50 ribu per kilogram, kini saat mendekati bulan puasa, harganya terus naik dan kini dijual Rp80 ribu per kilogram.
"Kenaikan ini merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi jelang bulan Ramadan. Apalagi kalau tahun lalu kenaikan cabai sampai Rp32 ribu per kilogram," jelasnya.
Menurut Rahmad, sebenarnya pihaknya tidak terlalu khawatir meski harga cabai rawit tersebut terus merangkak naik, asalkan stoknya tidak berkurang atau tetap aman, agar kebutuhan konsumen selama bulan Ramadan nanti bisa tetap terpenuhi.
"Saya memprediksi semakin dekatnya bulan puasa harga akan terus naik apalagi kalau pasokan berkurang. Namun sekarang persediaan dan suplai masih aman," ujarnya.
Samsul (44) pedagang cabai lain di Pasar Baltos menambahkan, kenaikan harga cabai rawit merah tersebut, ditenggarai akibat cuaca yang saat ini tidak menentu, sehingga kondisi ini biasanya menyebabkan petani mengalami gagal panen. "Harga cabai rawit mengalami kenaikan antara Rp
20-30 ribu per kilogram, salah satu penyebabnya karena faktor cuaca," lanjutnya.
Samsul menerangkan, selama ini para pedagang kebanyakan mendapat pasokan cabai rawit merah dari wilayah Jawa, kemudian diambil di pasar Induk Caringin, Kota Bandung. Kalau pasokan cabai dari wilayah sekitar Kota Bandung tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, makanya sebagai
tambahan dapat dari Jawa, Sementara itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal kembali menggelar pasar murah kembali di 30 kecamatan dengan menggandeng delapan perusahaan.
Pasar murah ini dilakukan sebagai upaya pemkot untuk menjaga kestabilan harga menjelang Ramadan 2023. Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa mengatkan, mekanisme gelaran pasar murah ini nantinya akan dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama 13-17 Maret, itu satu hari di 3 kecamatan dan totalnya 15 kecamatan. Dilaksanakannya dari pukul 08.00 WIB sampai jam 14.00 WIB. Sesi kedua itu digelar 3-7 April, mekanismenya sama seperti sesi pertama.
"Untuk barang kebutuhan yang dijual di pasar murah, kami bekerja sama dengan delapan perusahaan penyedia bahan-bahan pokok. Di antaranya, Perum Bulog, PT Pertamina, Wilmar Group, CV Bagus, PT Indomarco, Wagros, Prima Freshmart, dan Edenfarm," jelasnya.
Meiwan menjelaskan, dalam gelaran pasar murah kali ini, barang akan dijual per komoditi. Setiap masyarakat nantinya, akan diberikan kuota terkait jumlah barang yang bisa di beli. Untuk beras dari Bulog itu hanya bisa membeli 5 kg, minyakita jatahnya 2 liter per orang, dan bahan pokok lain juga satu per orang. (N-3)
Baca Juga: Relawan Sandi Gelar Pasar Murah Sembako di Lumajang
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kompleksitasnya persoalan tambang di Jawa Barat. Tidak hanya yang ilegal, menurutnya yang legal pun tidak luput dari berbagai masalah.
Data laporan perkembangan APBN terbaru, total pendapatan regional Jawa Barat tercapai sebesar Rp11,09 triliun atau sekitar 5,88% dari target tahunan.
Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan fasilitas umum bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi jalur alternatif dan rawan bencana.
Mereka memiliki komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan.
Melalui aplikasi Sapawarga, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri pengecualian larangan motor bagi siswa di pelosok. Aturan resmi berlaku tahun ajaran 2026/2027 dengan syarat ketat. Cek rinciannya.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, untuk beras kualitas bawah I tercatat Rp14 ribu per kilogram dan bawah II Rp13.500 per kilogram.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Harga cabai rawit merah sempat di angka Rp100 ribu per kilogram, kemudian turu. 80 ribu per kilogram, dan saat ini kembali hampir Rp100 ribu per kilogram.
Sedangkan cabai rawit hijau yang semula harganya rata-rata kisaran Rp49.400 per kg, naik jadi Rp52.200 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved