Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
ERUPSI Gunung Merapi kembali terjadi pada Minggu (12/3) pagi. Lewat akun resmi Twitter, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan sudah terjadi lima awan panas guguran di Gunung Merapi pada hari ini.
Awan panas guguran pertama terjadi di Gunung Merapi pada 01.11 WIB, Minggu (12/3) dengan jarak luncur 1300 meter (m) mengarah ke Barat Daya (hulu Kali Bebeng). Awan panas guguran kedua terjadi pada 05.22 WIB dengan jarak luncur 1500 meter ke Barat Daya (hulu Kali Bebeng).
Awan panas ketiga guguran terjadi pada sekitar pukul 07.04 WIB jarak luncur 1500 m mengarah ke Barata Daya (Kali Bebeng). Awan panas keempat turun sekitar pukul 07.08 WIB dengan jarak luncur 2000 m mengarah ke Barata Daya (Kali Bebeng), dan pukul 07.56 WIB jarak luncur 2500 m mengarah ke Barat Daya (Kali Bebeng).
Baca juga: Merapi Meletus, Tiga Desa di Boyolali Diguyur Hujan Abu
Sehari sebelumnya, Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menyampaikan, terjadi rentetan awan panas guguran di Gunung Merapi, Sabtu (11/3)
ke arah Kali Beben Krasak.
Rentetan awan panas guguran di Gunung Merapi bersumber dari longsoran kubah lava barat daya. Hingga pukul 15.00 WIB, 21 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal kurang lebih 4 km ke arah barat daya yaitu di alur Kali Bebeng dan Krasak.
Baca juga:Merapi Erupsi Sejauh 4 Kilometer, BPPTKG : Yang Terbesar Setelah 2021
Pada saat kejadian, angin di sekitar Gunung Merapi bertiup ke arah barat laut-utara. Awanpanas guguran ini menyebabkan hujan abu ke beberapa tempat terutama di sisi barat laut-utara Gunung Merapi dan mencapai Kota Magelang. (Z-10)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Jumat (2/1) pagi, awan panas guguran terpantau meluncur sejauh 1.500 meter
Warga yang menghuni kawasan Lereng Gunung Ile Lewotolok diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas.
GUNUNG Semeru di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, kembali erupsi pada Selasa (15/4) pukul 09.18 WIB. Aktivitas gunung ini terus meningkat sejak awal bulan ini.
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merilis, selama sepekan dari hari Jumat (27/9) hingga Kamis (3/10).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan telah terjadi Awan panas dengan jarak luncur 1,1 kilometer, Rabu (18/9) pagi.
Awan panas meluncur dari puncak Gunung Merapi, Rabu (4/9) pagi. Masyarakat pun diimbau untuk menjauhi daerah bahaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved