Kamis 19 Januari 2023, 09:12 WIB

Kerupuk Mengandung Boraks di Pasar Beringharjo Dimusnahkan

Ardi Teristi H | Nusantara
Kerupuk Mengandung Boraks di Pasar Beringharjo Dimusnahkan

ANTARA FOTO/Hendra N
Anggota kelompok pedagang memasukkan kerupuk mengandung bahan berbahaya ke dalam truk sampah organik di Pasar Giwangan, Yogyakarta

 

DINAS Perdagangan Kota Yogyakarta menemukan bahan berbahaya, boraks, pada kerupuk puli. Produk tersebut didapati diperjualbelikan di Pasar Beringharjo.

"Temuan kami (kerupuk mengandung boraks) berjumlah 275 kantong dengan berat total 687,5 kilogram," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta di Pasar Giwangan Veronica Ambar pada kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Pangan Mengandung Bahan Berbahaya, Rabu (18/1).

Produk tersebut kemudian dihancurkan oleh truk compactor sampah. Barang bukti pangan mengandung bahan berbahaya ini telah diserahkan oleh pihak distributor kerupuk tersebut pada 2 Agustus 2022 di Mapolresta Yogyakarta untuk dimusnahkan.

Pengawasan di bidang perdagangan, ucap dia, merupakan wewenang pemerintah daerah. Pihaknya melakukan pengujian laboratorium dan rapid tes terhadap sampel produk yang diambil secara acak di pasar rakyat, pasar modern, dan pusat kegiatan perdagangan lain. Pihaknya juga melakukan pantauan dan operasi pasar rutin.

"Kami juga membuat langkah strategis dengan membuka layanan Pojok Tes Kit secara gratis di Pasar Prawirotaman, sebagai upaya deteksi dini kandungan bahan berbahaya boraks, formalin dan rodhamin," ungkapnya.

Baca juga: Si Ungu, Pendeteksi Boraks dan Formalin

Layanan Pojok Tes Kit ditargetkan akan ditambah di Pasar Beringharjo pada tahun ini serta ke depan dapat dikembangkan di semua pasar rakyat. Dengan demikian, konsumen bisa merasa lebih aman terhadap produk yang mereka beli.

"Masyarakat bisa langsung melakukan pengecekan kualitas bahan pangan secara mandiri, atas produk yang sudah dibeli. Jadi keamanan pangan makin terjamin," tuturnya.

Semua pasar rakyat di Kota Yogyakarta yang berjumlah 29 ini diharapkan nantinya memiliki fasilitas Pojok Tes Kit.

Kepala BPOM Yogyakarta Trikoranti Mustikawati menambahkan boraks berdampak negatif pada kesehatan dalam jangka waktu lama, seperti bisa mengakibatkan penyakit kanker.

"Kami (masih) awasi pelaku usaha dan diberi pembinaan," papar dia.

Pemberian sanksi menjadi pilihan terakhir jika pelaku terus menggunakan bahan berbahaya dalam produksinya.(OL-5)

Baca Juga

dok.ant

Polda NTT : Tak Ada Laporan Penculikan Anak di Kota Kupang

👤Palce Amalo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:39 WIB
KABID Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Kombes Ariasandy memastikan tidak ada penculikan anak di wilayah Kota...
dok.ant

Sakit Hati Alasan Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Merampok

👤Faishol Taselan 🕔Rabu 01 Februari 2023, 15:32 WIB
MOTIVASI mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur Samanhudi Anwar yang terlibat dalam perampokan di rumah dinas Wali Kota Blitar akhirnya...
MI/VOUCKE LONTAAN

Ketua Umum Legio Luminis Indonesia Wenny Lementut Salurkan 1.000 Paket Bantuan Korban Bencana di Manado

👤Voucke Lontaan 🕔Rabu 01 Februari 2023, 14:32 WIB
Apa yang dibuat LLI tersebut semata-mata karena alasan kemanusiaan. Ini wujud kepedulian sesama umat manusia kepada warga yang terkena...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya