Rabu 18 Januari 2023, 16:16 WIB

Terinfeksi Virus, Anak Gajah Sumatra Mati di TWA Buluh Cina

Rudi Kurniawansyah | Nusantara
Terinfeksi Virus, Anak Gajah Sumatra Mati di TWA Buluh Cina

DOK BBKSDA Riau.
Gajah Sumatra jantan dengan identitas Damar berumur 2 tahun 4 bulan ditemukan mati.

 

GAJAH Sumatra (Elephas maximus sumatranus) jantan dengan identitas Damar berumur 2 tahun 4 bulan di unit konservasi gajah Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina ditemukan mati pada Rabu (11/1). Hasil nekropsi dan uji laboratorium, penyebab kematian anak gajah itu akibat positif terinfeksi virus Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).

"Pada 17 Januari 2023, uji laboratorium telah keluar dengan hasil gajah Damar, jenis kelamin jantan berumur 2 tahun 4 bulan, mati disebabkan positif Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV). Jenis virus tersebut sangat susah diprediksi. Gejalanya tidak terlihat jelas bila hanya melihat dari fisik gajah, tetapi dapat menyerang dengan cepat pada anakan gajah," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Genman S. Hasibuan, Rabu (18/1).

Dijelaskannya, Damar lahir di TWA Buluh Cina pada 3 Juli 2020 dari pasangan gajah latih bernama Robin dan Ngatini. Selama ini, kelucuannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung di TWA tersebut.

Genman mengungkapkan, kronologis kejadian bermula pada Rabu (11/1), pukul 07.45 WIB, mahout atau pelatih gajah Alex Gunawan melakukan pengecekan dan hendak memindahkan gajah ke hutan. Sampai di tempat ikatan, Alex melihat gajah Damar dalam posisi rebah tidak bergerak. 

Saat itu, Alex berfikir Damar masih tidur. Namun setelah dipastikan ternyata gajah Damar telah mati. Padahal sebelumnya yaitu pada Selasa (10/1), petugas piket malam Ludinsion Nainggolan masih melihat gajah Damar sekira pukul 18.00 WIB dalam kondisi baik dan tidak ada gejala yang mencurigakan terkena sakit. 

"Segera setelah menerima laporan tersebut, saya memerintahkan tim medis Balai Besar KSDA Riau dipimpin drh. Rini Deswita melakukan nekropsi untuk mendiagnosa penyebab kematian gajah Damar," ujarnya. Ia menuturkan, sejumlah sampel berupa lidah, hati, limpa, lambung, ginjal, jantung, paru paru, dan cairan perikardium gajah hasil nekropsi dikirim ke laboratorium di Kota Bogor. 

Hal itu untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian gajah Damar. "Selama ini Balai Besar KSDA Riau bekerja sama dengan lembaga pemerhati gajah (LSM) telah berupaya keras melakukan pencegahan dan antisipasi kematian gajah melalui pengecekan medis secara rutin, pemberian obat, vitamin, dan suplai makanan yang bernutrisi," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

DOK MI

Penimbun Minyakita Diduga Pemodal Besar

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 09 Februari 2023, 19:37 WIB
PENIMBUNAN minyak goreng bersubsidi, Minyakita diduga dilakukan para pemodal...
MI/Cri Qanon Ria Dewi

Rektor Unri Akui Bawa Ratusan Mahasiswa Titipan Seperti Karomani

👤Cri Qanon Ria Dewi 🕔Kamis 09 Februari 2023, 19:30 WIB
REKTOR Universitas Riau (Unri) periode 2018-2022, Aras Mulyadi mengaku membawa ratusan mahasiswa titipan masuk ke kampusnya melalui jalur...
ANTARA

MinyaKita Di Cianjur Dijual Di Atas HET

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 09 Februari 2023, 19:27 WIB
KELANGKAAN stok MinyaKita di pasaran membuat harganya naik di kalangan sejumlah pedagang di Kabupaten Cianjur, Jawa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya